Badai PHK sektor startup, Sandiaga Uno: Ini langkah antisipatif

Senin, 28 November 2022 | 12:59 WIB ET

JAKARTA,.kabarbisnis.com: Sejumlah perusahaan rintisan (startup) mulai kompak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada karyawannya. Hal ini disebabkan oleh kondisi ekonomi makro yang buruk hingga reorganisasi sumber daya manusia (SDM).

Kondisi ini pun turut disikapi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno, yang meyakini badai PHK akan segera berlalu. Menurutnya, kondisi ini merupakan langkah antisipatif dari para pelaku usaha dalam mempertahankan bisnisnya di tengah kabar resesi global 2023.

"Ini langkah antisipatif dari para pelaku usaha terutama teknologi karena pasti akan ada dampak terhadap kemampuan mereka untuk menggalang pendanaan dan membuka lini-lini baru. Jadi mereka melakukan apa yang disebut rightsizing, bukan downsizing," kata Sandi baru-baru ini.

"Karena market Indonesia akan terus bertumbuh, jadi mereka harus hati-hati dalam melakukan lay of, dalam PHK, itu jangan sampai dagingnya yang bagus justru hilang," imbuhnya.

Menurut Sandi, langkah ini sebagai salah satu upaya penyesuaian yang memang perlu di lakukan pengusaha yakni inovatif, adaptif, dan kolaboratif. Namun, Sandi mengakui kalau dampaknya sangat besar, bahkan hingga mengenai puluhan ribu orang.

"Memang dampaknya besar, ada banyak yang kehilangan pekerjaan, ribuan, mungkin puluhan ribu. Tapi ini adalah bagian dari era baru ekonomi yang serba digital," ujar Sandi.

Sandi mengatakan, dalam menghadapi kondisi ini pemerintah akan menciptakan ekosistem untuk peningkatan kemampuan dari para pekerja yang terdampak PHK dengan up-skilling dan new-skilling.

"Nanti kita di pemerintah akan menciptakan ekosistemnya agar yang di-layoff di re-scale dan dikasi kesempatan untuk up-skilling dan new-skilling. Supaya begitu ekonomi kita kembali meningkat tahun depan, akan dibutuhkan para karyawan-karyawan ini yang sempat di PHK. Karena mereka kan punya pengalaman," jelas Sandi. kbc10

Bagikan artikel ini: