Program bagi-bagi rice cooker gratis dinilai akan sia-sia, ini alasannya

Senin, 28 November 2022 | 13:44 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana membagikan 680 ribu unit penanak nasi atau rice cooker gratis kepada masyarakat pada tahun 2023.

Pembagian rice cooker gratis tersebut akan dimanfaatkan oleh keluarga penerima manfaat yang menggunakan daya listrik 450 VA, baik untuk rice cooker berdaya 200 VA, maupun berdaya 300 VA.

Tujuan program tersebut, salah satu untuk mendukung pemanfaatan energi bersih, meningkat konsumsi listrik per kapita, serta penghematan biaya memasak bagi masyarakat.

Kendati begitu, menurut Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada, Fahmi Radhi mengatakan, pembagian rice cooker itu tidak begitu tepat dalam menggantikan LPG 3 kg, bahkan hampir tidak dapat menggantikan LPG 3 KG sama sekali.

"Alasannya, rice cooker hanya untuk menanak nasi, sedangkan memasak lauk dan lainnya masih menggunakan kompor gas dengan LPG 3 kg," ujar Fahmi, dikutip dari keterangan resmi, Senin (28/11/2022).

Dia menilai program tersebut sangatkah tidak efekti sama sekali dalma mencapai tjujan untuk mengrnagi, apalagi menggantikan LPG 3 kg, yang konten impor dan subsidi cukup besar sehingga membertakan APBN.

Untuk diketahui, pembagian rice cooker tersebut akan dibiayai dari APBN Kementerian ESDM 2023.

"Kementerian ESDM seharusnya memprioritaskan diversifikasi program penggunaan energi bersih melalui migrasi dari LPG 3 kg ke energi bersih, seperti menambah jaringan Jargas dan mempercepat gasifikasi batubara yang lebih masif," terang dia.

"Bukan program coba-coba yang tidak efektif dalam menggantikan LPG 3 kg, yang menjadi permasalahan negeri ini selama bertahun-tahun tanpa ada solusinya," tegas Fahmy.

Kendala lain, dia bilang, pemerintah belum menghitung juga kontribusi dalam pemanfatan energi bersih, peningkatan konsumsi listrik, dan penghematan menanak nasi dalam penggunaan 680 ribu rice cooker.

Meskipun sebagai bagian dari diversifikasi penggunaan energi bersih yang menggunakan listrik, pembagian rice cooker gratis cukup tepat.

Dengan daya listrik yang rendah, penggunaan rice cooker dapat dimanfaarkan oleh keluarga penerima manfaat yang menggunakan daya listrik 450 Volt Ampere (VA), baik untuk rice cooker berdaya 200 VA, maupun berdaya 300 VA.

"Hanya, rice cooker berdaya 200 VA dapat digunakan 24 jam, sedangkan rice cooker berdaya 300 VA tidak dapat digunakan selama 24 jam terus menerus, terutama pada malam hari saat semua menyala. Agar lebih leluasa penggunaan rice cooker 300 VA, pelanggan listrik 450 VA harus mengubah menjadi 900 VA," tuturnya. kbc10

Bagikan artikel ini: