Diusulkan, subsidi pemasangan baterai motor listrik Rp7,5 juta

Senin, 5 Desember 2022 | 16:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi Sumber Daya Mineral(ESDM) mengajukan usulan pemberian subsidi untuk konversi motor konvensional berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik, khususnya untuk penyediaan dan pemasangan baterai yang mencapai Rp 7,5 juta.

Insentif tersebut kini sedang dibahas di lingkup antar kementerian,antara lain Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan dan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. "Ya (subsidi biaya baterai) itu adalah salah satu dari beberapa opsi. Masih dibahas," kata Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta, Senin (5/12/2022).

Menurutnya, pemberian subsidi pada program konversi motor listrik disebut diharapkan dapat memancing minat para pemilik motor konvensional untuk beralih kepada penggunaan motor listrik tanpa harus membeli motor listrik baru yang harganya masih relatif tinggi. Alasannya, biaya konversi motor masih berada di kisaran Rp 15 juta per unit atau setara harga motor bebek baru.

Adapun biaya konversi tertinggi terletak pada pemasangan baterai yang mencapai Rp 7,5 juta. Arifin optimistis kebijakan penyaluran subsidi pada konversi motor berbahan bakar minyak menjadi motor listrik mampu menurunkan beban yang harus ditanggung para pemilik kendaraan.

"Terpenting manfaat bisa dirasakan dua pihak, dari konsumen dan pemerintah. Kalau dua-duanya bisa seimbang, ada titik keseimbangan, pasti jalan tuh barang," ujar Arifin.

Pihaknya memprioritaskan dana subsidi kendaraan listrik untuk program konversi motor konvensional yang berusia 10 tahun ke atas menjadi motor listrik. "Kami sasarkan motor yang tua, 10 tahun ke atas supaya bisa terkonversi menjadi motor listrik, sekarang kalau ganti cuma butuh 3 jam sudah jadi. Baterai ini kalau bisa digendong separuh harga," kata Arifin.

Adapun dari hasil survei yang dilakukan Kementerian ESDM, Arifin mengklaim masyarakat tak keberatan jika harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 5-6 juta untuk mengubah motor mereka menjadi motor listrik.

"Kalau biaya konversi Rp 5-6 juta masyarakat gak keberatan. Kalau saya sih ingin mendorong yang subsidi konversi duluan," pungkas Arifin.kbc11

Bagikan artikel ini: