Kalahkan Malaysia, nilai ekonomi digital RI jadi yang terbesar di Asia Tenggara

Kamis, 8 Desember 2022 | 14:58 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyatakan, Indonesia menjadi negara dengan porsi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Peneliti Indef, Izzudin Al Farras Adha mengatakan, PDB Ekonomi Digital Indonesia setara dengan 3,7 persen dari PDB Nasional, dan pada tahun 2025 diprediksi akan meningkat menjadi 9,3 persen.

Dalam paparannya, berdasarkan data Google, Temasek, dan Bain tahun 2022, ekonomi digital di Indonesia diprediksi bisa mencapai US$77 miliar pada tahun ini. Kemudian, seiring berjalannya waktu diprediksi akan meningkat pada 2025 menjadi US$130 miliar.

Sementara negara tetangga seperti, Malaysia ekonomi digitalnya diprediksi hanya US$21 miliar pada 2022, dan Filipina US$20 miliar, Singapura US$18 miliar, Thailand US$35 miliar, dan Vietnam US$23 miliar.

"Sektor TIK mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi, ketika ekonomi mengalami resesi pada krisis pandemi 2020. Ketika sektor andalan mengalami resesi/perlambatan pertumbuhan, sektor TIK masih bisa tumbuh hingga dua digit," ujar Izzudin dalam sebuah diskusi seperti dikutip, Kamis (7/12/2022).

Indef melihat adopsi digital di Indonesia bervariasi antar sektor ekonomi digital. Kontributor utama ddopsi Digital di Indonesia adalah sektor e-commerce 89 persen, groceries 59 persen, transportation 80 persen, and food delivery 79 persen.

"Sektor e-commerce serta sektor transportasi dan antar makanan online merupakan dua kontributor terbesar pada ekonomi digital di Indonesia," ujarnya.

Kedua sektor tersebut berkembang pesat selama masa pandemi. Kedua sektor tersebut diproyeksikan terus tumbuh hampir 2 kali lipat pada tahun 2025 dibandingkan tahun ini. kbc10

Bagikan artikel ini: