KI Pusat nobatkan tiga kampung ini sebagai Desa Transparan

Kamis, 8 Desember 2022 | 22:41 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Komisi Informasi (KI) Pusat menobatkan tiga desa sebagai Desa Transparan di tahun 2022 dalam tata kelola pelayanan informasi publik. KI Pusat menyematkan apresiasi tersebut atas tiga zonasi yakni Barat, Tengah dan Timur Indonesia.

Tiga desa peraih predikat Desa Transparan itu adalah Desa Sendangsari, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DI Yogyakarta dari wilayah Indonesia barat; Desa Duda Timur, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali dari wilayah Indonesia tengah. Selain itu Desa Maitara Tengah, Kota Tidore Kepulauan, Provinsi Maluku Utara dari wilayah Indonesia Timur.

Penyerahan piagam diserahkan Ketua KI Pusat, Donny Yoesgiantoro didampingi Sekjen Kemendes PDTT Taufik Madjid, serta Wakil Ketua KI Pusat Arya Sandhiyudha di Jakarta, Kamis (8/12/2022).

"Saya mengucapkan selamat kepada bupati, wakil bupati, dan kepala-kepala desa yang sudah hadir di Jakarta hari ini. Semoga penganugerahan apresiasi desa ini bisa memacu keterbukaan informasi publik di desa ke depannya," kata Donny dalam sambutan Apresiasi Desa dalam Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik Desa.

Ketua Bidang Regulasi dan Kebijakan Publik KI Pusat Gede Narayana selaku Penanggungjawab Kegiatan Apresiasi Keterbukaan Informasi Publik Desa mengatakan, tiga desa peraih predikat Desa Transparan itu ditetapkan berdasarkan sistem zonasi atau wilayah untuk mewujudkan prinsip pemerataan.

"Desa Transparan ini berdasarkan sistem zonasi atau wilayah demi pemerataan karena pemikiran kita Indonesia itu besar, luas, dan beraneka ragam," ujar Gede.

Sebelumnya, KI Pusat menetapkan sepuluh desa yang mendapatkan apresiasi yakni Desa Bukit Jaya di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Desa Bunga Pasang Salido di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Desa Sendangsari di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Desa Ploso di Kabupaten Jombang, Jawa Timur dan Desa Tengin Baru di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. Kemudian, Desa Titian Kuala di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat; Desa Bokong di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur; Desa Duda Timur di Kabupaten Karangasem, Bali; Desa Ganra di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, dan Desa Maitara Tengah di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Gede menjelaskan, penghargaan terhadap 10 desa itu diberikan setelah melalui sejumlah tahapan dan penilaian sejak Oktober hingga Desember 2022. Dikatakannya, pada Oktober 2022, KI Pusat telah menyelenggarakan sosialisasi kepada KI provinsi tentang metodologi dan tahapan pelaksanaan apresiasi desa. Selanjutnya, KI provinsi mengoordinasikan informasi tersebut kepada pemangku kepentingan terkait, yakni Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan pemerintahan desa.

Setelah koordinasi dilakukan, lanjut Gede, KI Pusat memperoleh rekomendasi sebanyak 90 desa dari 29 KI provinsi di Indonesia untuk menjadi peserta Apresiasi Desa dalam Pelaksanaan Keterbukaan Informasi Publik Desa.

"Lalu, mereka mengisi kuesioner dan selanjutnya pada bulan November dilakukan verifikasi kuesioner," jelas Gede.

Dari verifikasi kuesioner itu, KI Pusat bersama tim penilai dari Kemendes PDTT dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menentukan 10 desa terbaik dengan nilai tertinggi dalam pelaksanaan keterbukaan informasi publik.

Tujuan dari pemberian apresiasi desa itu ialah mendorong terpenuhinya hak asasi manusia atas kebutuhan informasi bagi masyarakat desa sekaligus mendorong ketersediaan informasi publik desa sesuai dengan standar layanan informasi publik desa, yakni akurat, benar, dan tidak menyesatkan.

"Selain itu, kegiatan ini juga dalam rangka menyosialisasikan kelembagaan serta mendorong terwujudnya tata kelola penyelenggaraan pemerintahan desa yang baik, bersih, efektif, dan efisien atau pemerintahan yang bersih dan baik," ujar Gede.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Usman Kansong berharap penyelenggaraan kegiatan Apresiasi Desa KI Pusat mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di seluruh desa di Indonesia. "Semoga apresiasi desa ini mampu menjadi bahan bakar, menjadi amunisi yang menyemangati pemerintah desa untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik," ujar Usman.

Dia juga mengingatkan kepada seluruh pemerintah desa agar tidak hanya memaknai ajang Apresiasi Desa sebagai suatu kompetisi, tetapi juga sebagai pemacu untuk menghadirkan keterbukaan informasi publik yang lebih baik.

Dia mengatakan, keterbukaan informasi publik merupakan langkah awal bagi pemerintah desa untuk membangun rasa saling percaya dengan warganya.

"Dengan kepercayaan publik yang tinggi, tingkat penerimaan publik terhadap kebijakan yang diambil akan berbanding lurus. Kesejahteraan masyarakat pun menjadi keniscayaan," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: