Terkerek nonmigas, ekspor Jatim November 2022 tembus US$1,97 miliar

Jum'at, 16 Desember 2022 | 09:01 WIB ET
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan
Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ekspor Jawa Timur pada November 2022 mencatatkan realisasi yang cukup bagus. Melalui berbagai upaya yang telah dilakukan oleh stakeholder terkait, kinerjanya naik sebesar 2,01 persen dibandingkan bulan Oktober 2022, yaitu dari US$1,93 miliar menjadi US$1,97 miliar. Sementara dibandingkan November 2021, nilai ekspor mengalami penurunan sebesar 9,61 persen. Kenaikan nilai ekspor dibanding bulan lalu dipicu oleh meningkatnya kinerja ekspor non migas.

"Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor sektor non migas naik sebesar 5,17 persen, yaitu dari US$1,81 miliar menjadi US$1,90 miliar. Nilai ekspor sektor non migas tersebut memberikan kontribusi sebesar 96,61persen dari total ekspor bulan ini. Dibandingkan November 2021, nilai ekspor sektor nonmigas mengalami penurunan sebesar 7,70 persen," terang Kepala Badan Pusat Statistik {BPS) Provinsi Jawa Timur Dadang Hardiwan di Surabaya, Kamis (15/12/2021).

Lebih lanjut dia mengungkapkan, nilai ekspor sektor migas pada bulan November 2022 turun sebesar 45,01 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari US$121,52 juta menjadi US$66,83 juta. Peranan ekspor sektor migas menyumbang 3,39 persen total ekspor Jawa Timur pada bulan ini. Jika dibandingkan dengan November 2021 nilai ekspor migas turun sebesar 43,17 persen.

Jika dilihat dari jenis komoditas yang diekspor, maka di bulan November 2022, perhiasan/permata menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jawa Timur dengan nilai transaksi sebesar US$247,37 juta. Nilai tersebut naik sebesar 100,44 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$123,41 juta. Komoditas ini berkontribusi sebesar 13,00 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini dan paling banyak diekspor ke Singapura dengan nilai US$85,34 juta.

Peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah komoditas lemak dan minyak hewani/nabati yang menyumbang nilai ekspor sebesar US$206,73 juta atau turun sebesar 15,38 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas ini menyumbang 10,87 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Tiongkok dengan nilai US$80,35 juta.

Adapun komoditas yang menduduki peringkat ketiga adalah Kayu dan barang dari kayu dengan nilai ekspor sebesar US$120,82 juta atau turun sebesar 1,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Komoditas ini menyumbang 6,35 persen dari total ekspor nonmigas bulan ini dan utamanya diekspor ke Jepang senilai US$31,08 juta.

"Artinya, peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada bulan November 2022 terjadi pada komoditas perhiasan/permata yang naik sebesar US$123,96 juta. Sedangkan penurunan nilai ekspor terbesar terjadi pada komoditas lemak dan minyak hewani/nabati yang turun sebesar US$37,57 juta," terangnya.

Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor Jawa Timur bulan November 2022, disusul Amerika Serikat dan Jepang.

"Selama November 2022, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Tiongkok mencapai US$288,06 juta, sedangkan ekspor ke Amerika Serikat dan Jepang berturut-turut sebesar US$272,19 juta dan US$252,26 juta," tambah Dadang Hardiwan.

Dia juga menegaskan, sepanjang November 2022, kawasan di luar ASEAN dan Uni Eropa masih menjadi negara tujuan utama ekspor nonmigas Jawa Timur. Kawasan ini memberikan kontribusi sebesar 71,98 persen.

Tiongkok menjadi negara utama dengan peranan 15,14 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur, diikuti Amerika Serikat dengan peranan sebesar 14,31 persen. Ekspor nonmigas bulan ini ke kawasan ASEAN sebesar US$402,26 juta dengan tujuan utama negara Singapura dengan peranan sebesar 6,23 persen dari total ekspor nonmigas Jawa Timur.

Sementara itu ekspor nonmigas ke kelompok negara Uni Eropa menyumbang 6,88 persen atau dengan nilai US$130,91 juta. Ekspor ke kawasan ini, dominan ke negara Belanda dengan nilai sebesar US$38,56 juta dan diikuti ekspor ke negara Jerman dengan nilai sebesar US$21,81 juta.

"Sementara secara kumulatif selama Januari-November 2022, ekspor nonmigas ke kawasan negara ASEAN sebesar US$4,13 miliar atau sebesar 19,78 persen dari total ekspor Jawa Timur pada periode tersebut," lanjutnya.

Malaysia menjadi tujuan utama dengan nilai ekspor nonmigas mencapai US$1,71 miliar dengan peranan sebesar 8,18 persen. Ekspor nonmigas ke Uni Eropa pada periode kumulatif tersebut mencapai US$1,69 miliar dengan kontribusi sebesar 8,09 persen. Ekspor ke Belanda merupakan yang terbesar ke Uni Eropa selama periode kumulatif ini yakni sebesar US$506,11 juta atau dengan peranan sebesar 2,42 persen.

Ekspor nonmigas negara utama lainnya selama periode ini yang terbesar adalah ke Amerika Serikat sebesar US$3,44 miliar atau dengan peranan sebesar 16,45 persen, kemudian disusul ke Jepang sebesar US$3,16 miliar atau dengan peranan sebesar 15,11persen dan ke Tiongkok dengan nilai sebesar US$2,99 miliar atau dengan kontribusi sebesar 14,29 persen.kbc6

Bagikan artikel ini: