99 IKM manfaatkan diskon pembelian mesin baru hingga 40 persen

Senin, 9 Januari 2023 | 14:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong produktivitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) untuk membantu pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya melalui program restrukturisasi atau potongan harga pembelian mesin dan/atau peralatan kepada IKM.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Reni Yanita mencatat, nilai potongan harga pembelian untuk mesin atau peralatan buatan luar negeri bagi IKM mencapai 25 persen. Sementara, potongan dari harga pembelian untuk mesin atau peralatan buatan dalam negeri sebesar 40 persen.

"Selama ini, sektor IKM punya peranan yang sangat penting dalam upaya penyerapan tenaga kerja dan pemerataan kesejahteraan. Oleh karena itu, melalui beragam program strategis yang kami miliki, kami berupaya semakin memacu daya saing IKM di semua lini, dari hulu sampai hilir," kata Ditjen Reni dalam keterangannya seperti dikutip, Senin (9/1/2023).

Sebanyak 99 pelaku IKM telah mendapatkan program restrukturisasi mesin atau potongan pembelian peralatan pada 2022. "Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, program restrukturisasi ini menunjukkan adanya peningkatan kapasitas produksi IKM sebesar 103 persen sehingga kinerja usahanya dapat meningkat," papar Reni.

Dalam upaya peningkatan kualitas produk dan keahlian pelaku IKM, Ditjen IKMA telah memfasilitasi desain kemasan dan merek bagi IKM kepada 189 IKM, meningkat dibandingkan pada tahun 2021 yang mencapai 100 IKM. Selain itu, Ditjen IKMA memberikan bantuan cetak kemasan kepada 71 IKM.

"Ada pula fasilitasi sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) kepada 29 IKM pangan, dan fasilitasi pendaftaran Kekayaan Intelektual melalui Klinik Kekayaan Intelektual Ditjen IKMA untuk 497 merek," ujar Ditjen Reni.

Sementara itu, hingga akhir triwulan III - 2022, terdapat 4.202 IKM yang telah bergabung dalam program e-Smart IKM, dan 839 IKM berhasil onboarding di marketplace melalui program tersebut. Sebanyak 12 IKM di antaranya juga telah menerapkan teknologi 4.0 pada lini produksi.

Adapun, kontribusi sektor IKM terhadap penyerapan tenaga kerja mencapai 12,39 juta orang. Angka ini setara 66,25 persen dari total tenaga kerja di sektor industri.

"Sektor IKM juga telah berkontribusi sebesar 21,37 persen dari total nilai output industri pengolahan," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: