Himpun dana right issue Rp5 triliun, XL Axiata bayar lebih awal utang perusahaan

Rabu, 18 Januari 2023 | 16:16 WIB ET
Direktur & Chief Finance Officer XL Axiata, Budi Pramantika
Direktur & Chief Finance Officer XL Axiata, Budi Pramantika

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) berhasil merampungkan proses Penambahan Modal Dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu III (PMHMETD III) atau right issue tepat waktu dan sekaligus menghimpun dana sebesar Rp 5 triliun.

Dengan keberhasilan tersebut, XL Axiata mampu mewujudkan tujuan awal dilakukannya right issue yakni untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan termasuk melakukan pembayaran terhadap keseluruhan atau sebagian dari utang-utang perusahaan.

Dengan pelaksanaan right issue yang tepat waktu ini, XL Axiata mampu melakukan pembayaran lebih awal terhadap utang perusahaan yang dilakukan pada periode Desember 2022 dan awal Januari 2023.

Direktur & Chief Finance Officer XL Axiata, Budi Pramantika mengatakan, right issue yang dilaksanakan telah berhasil sesuai rencana. Selain tepat waktu, juga berhasil menghimpun dana Rp 5 triliun. "Dana tersebut juga telah kami gunakan untuk membayar lebih awal atas utang-utang perusahaan sehingga struktur permodalan menjadi lebih kuat karena dengan pembayaran utang lebih awal tersebut berpotensi untuk bisa mengurangi beban biaya-bunga hingga sekitar Rp 300 milliar di tahun 2023 ini," katanya dalam siaran pers, Rabu (18/1/2023).

Pembayaran lebih awal atas uutang perusahaan yang telah dilakukan XL Axiata pada Desember 2022 dan Januari 2023 tersebut dilakukan masing-masing kepada MUFG Bank, Ltd pada 23 Desember 2022 senilai Rp900 miliar, PT Bank Central Asia Tbk pada 27 Desember 2022 sebesar Rp1,2 triliun dan Rp900 miliar, PT Bank UOB Indonesia pada 3 Januari 2023 Rp360 miliar, PT Bank Permata Tbk pada 3 Januari 2023 Rp990 miliar dan Rp650 miliar. Sehingga, total hutang yang dibayarkan lebih awal perseroan mencapai sebesar Rp5 triliun.

Pada Desember 2022 lalu, XL Axiata telah melaksanakan PMHMETD III atau rights issue dengan menerbitkan 2.403.755.889 lembar saham baru. Jumlah saham ini setara dengan 18,31% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaansetelah PMHMETD III ini dengan nilai nominal Rp 100 per saham. Harga pelaksanaan right issue ini sebesar Rp 2.080 per saham, sehingga jumlah dana yang akan diterima XL Axiata mencapai Rp 4,99 triliun. Rights issue ini diperdagangkan baik di dalam maupun di luar bursa efek indonesia (BEI) dan dilaksanakan selama 5 hari kerja mulai 20 Desember 2022 sampai dengan 26 Desember 2022.

Setiap 25 ribu lembar saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) perusahaan pada 16 Desember 2022 pukul 16.00 WIB mempunyai 5.633 HMETD, di mana setiap 1 HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli sebanyak 1 saham baru yang harus dibayar penuh pada saat mengajukan pemesanan pelaksanaan HMETD.

Jika saham baru yang ditawarkan dalam PMHMETD III ini tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD porsi publik, maka sisanya akan dialokasikan kepada pemegang saham perusahaan lainnya yang telah melaksanakan haknya dan melakukan pemesanan saham baru tambahan, seperti yang tercantum dalam Surat Bukti Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (SBHMETD) atau Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan.

"Dalam hal terdapat kelebihan pemesanan, maka saham baru akan dijatahkan secara proporsional berdasarkan jumlah HMETD yang telah dilaksanakan oleh masing-masing pemegang saham yang meminta penambahan efek berdasarkan harga pelaksanaan," pungkas Budi Pramantika. kbc7

Bagikan artikel ini: