Mahek hadirkan konsep one stop shopping tekstil pertama di Surabaya

Minggu, 12 Februari 2023 | 08:24 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Seperti juga makanan, permintaan masyarakat terhadap produk sandang akan terus ada dan tidak akan pernah berhenti. Itu sebabnya, industri tekstil dan bisnis ritel tekstil di Indonesia akan terus tumbuh.

Menjawab kebutuhan tersebut, Mahek Textile menghadirkan konsep baru berbelanja kebutuhan tekstil berkonsep one stop shopping dengan membuka gerai stand alone alias berdiri sendiri yang cukup megah di kawasan Pakuwon Square, Surabaya barat.

Owner Mahek Textile, Danny Hiro Samtani mengklaim bahwa gerai Mahek Textile menjadi one stop shopping textile yang pertama di Surabaya. Dengan bangunan modern empat lantai yang representatif, dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti lokasi parkir yang luas, kids play ground, mushola, lift, sofa nyaman dan lainnya.

"Poin-poin itu saya tonjolkan untuk tempat ini, dan untuk saat ini saya rasa konsep one stop shopping untuk tekstil yang pertama di Surabaya dan Jawa Timur," kata Danny di gerai Mahek Textile, Sabtu (11/2/2023).

Di tempatnya, Danny menyebut, harga kain yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari Rp4.900 per meter untuk kain katun rubiah atau kain katun kumis hingga Rp 3 juta per meter untuk kain bridal dengan payet.

Kemudian kain untuk bridal atau gaun pernikahan seperti jenis tile dan brokat tersedia dengan harga per meter mulai dari Rp20.000.

"Jadi jangan khawatir di sini bisa belanja kain sesuai dengan kantong dan keinginan pembeli," ujarnya Danny didampingi Reshma Vashdev, sang istri.

Terkait potensi industri tekstil di Jawa Timur, Danny menjelaskan masih sangat besar dan tak kalah dengan Jawa Barat maupun Jawa Tengah. Terutama bagi para pelaku usaha sektor konveksi.

"Kami akan menyumbang banyak untuk konveksi, barang-barang yang bisa mendukung UMKM di Jatim," katanya.

Danny juga optimistis ke depan industri konveksi bakal lebih menggeliat pasca pandemi setelah hampir tiga tahun tiarap. Untuk itu, ia berani mendatangkan banyak pilihan jenis kain dengan harga kompetitif.

"Jadi semakin banyak kita datangkan barang konveksi dengan harga yang lebih bersaing maka semakin baik. karena barang-barang konveksi mampu menyerap banyak tenaga kerja," ujarnya.

Optimisme itu juga ditunjang kenaikan penjualan sejak tahun lalu meskipun angkanya belum mencapai 100 persen. Danny mengatakan, pertumbuhan sales pasca pandemi memang terjadi secara bertahap.

"Memang ada peningkatan tapi tidak seperti tiga tahun lalu. Belum signifikan, mungkin step by step. Alhamdulillah sekarang sudah ada peningkatan penjualan 50 persen di Jatim. Tapi kalau saya lihat di Jabar dan Jateng itu sudah 70 persen. Ini kayaknya terlambat untuk Jatim. Tren itu mulainya dari DKI dulu, ke Jateng baru Jatim," ujarnya.

Danny melihat pasca pandemi Covid-19, permintaan kain bahan baju pengantin bakal tinggi setelah tiga tahun vakum dari acara besar.

Peluang market bridal sendiri cukup besar. Karena dalam satu kali pesta pernikahan membutuhkan kain seragam bagi seluruh keluarga besar hingga 50-60 orang.

Demikian pula untuk pelaku UMKM yang bergerak dalam bidang konveksi. Mereka mencari kebutuhan bahan baku produksi seperti kain hijab chiffon dan katun mulai dari kualitas paling murah hingga premium. Soal harga bahan tekstil, Danny memastikan bahwa angkanya masih bisa diserap oleh UMKM.

"Makanya saya berani membuka store sebesar ini karena saya rasa peluangnya untuk Jatim bagus sekali. Karena saya lihat di Jateng dan Jabar sudah, Jatim yang belum. Ini adalah kesempatan kita mengambil peluang itu," ucap Denny.

Dengan pembukaan toko tersebut, Danny berharap terjadi peningkatan penjualan hingga 75 persen pada tahun ini. Karena Mahek dulunya merupakan toko kain ternama di Jembatan Merah Plaza (JMP) Surabaya sebagai pusat garmen. Untuk jenis tekstil di Mahek sendiri 50 persen merupakan barang impor dan 50 persen barang lokal.

"Kami bagi ya, lokal kami juga masih konsentrasi. Kami campur dengan kain impor dari China," tandasnya.

Mahek Textile tahun ini juga kembali menyasar market wholesale dan retail setelah pandemi hanya bertahan dengan market retail saja. Sebab, banyak industri garmen tiarap. Pasar wholesale konveksi kebanyakan dari wilayah pinggiran seperti Tuban, Bojonegoro dan Sidoarjo.

Dan untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat dalam berbelanja produk kain, Mahek Textile akan menggelar grand opening pada 23 Februari 2023 mendatang. Akan ada penampilan fashion show persembahan 5 desainer Surabaya pada momen ini.

"Pada masa grand opening nanti, kami menyediakan goodie bag berisi logam mulia dan aneka souvenir untuk 250 pengunjung pertama. Sementara bagi yang belanja di atas Rp1 juta akan mendapatkan kupon berhadiah handphone dan juga logam mulia 1 gram," jelas Danny. kbc7

Bagikan artikel ini: