Bipih naik jadi Rp49,8 juta, biaya umrah ikut terkerek?

Jum'at, 17 Februari 2023 | 08:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) untuk 2023 menjadi sebesar Rp 49.812.700,26 dinilai akan mempengaruhi biaya perjalanan umrah.

Menurut Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (DPP Amphuri), Firman M Nur, kenaikan biaya haji ikut berdampak pada biaya umrah. "Sudah terdampak (naik)," ungkapnya seperti dikutip, Kamis (16/2/2023).

Amphuri, kata Firman, sudah menyampaikan surat edaran kepada anggota asosiasi untuk memastikan dan menghitung kembali biaya umrah. Karena, kata dia, kenaikan harga berbagai kebutuhan ibadah haji tidak bisa dihindari.

Pada Februari-Maret 2023 saja, dia melanjutkan, yang biasanya low season atau masa sepi orang yang melakukan umrah, kenyataan ramai atau menjadi high season. Firman juga mengaku mendapatkan informasi soal akomodasi di Arab Saudi yang penuh karena jemaah umrah.

"Karena euforia masyarakat dan antusis masyarakat muslim dunia untuk menunaikan ibadah umrah ini luar biasa," tutur Firman.

Karena layanan akomodasi di Arab Saudi meningkat, sehingga berdampak pada harga yang ikut naik. "Semua akomodasi full booked. Jadi efek yang pertama adalah harga mau tidak mau ikut juga naik. Umrah sendiri 10-13 hari biayanya sudah Rp 30 jutaan bahkan lebih," ungkapnya.

Seperti diketahui, Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) bersama Kementerian Agama telah menyepakati kenaikan biaya haji tadi malam. Nilainya Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji untuk jemaah haji reguler Rp 90.050.637,26. Sedangkan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) senilai Rp 49.812.700,26 atau sebesar 55,3 persen dari total BPIH, sisanya biaya yang bersumber dari nilai manfaat keuangan haji sebesar Rp 40.237.937 atau sebesar 44,7 persen.

Secara keseluruhan nilai manfaat yang digunakan sebesar Rp 8.090.360.327.213,67 atau bila dibulatkan sebesar Rp 8,09 triliun. "Dengan ini malam ini saya sahkan BPIH tahun 2023," ujar Ketua Komisi VIII Ashabul Kahfi.

Menurut Ashabul, Bipih digunakan untuk biaya penerbangan, biaya hidup (living cost), dan sebagian biaya paket layanan masyair. Sedangkan biaya yang bersumber dari nilai manfaat meliputi komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi meliputi akomodasi, konsumsi, transportasi, pelayanan di Armuzna, pelindungan, dan dokumen perjalanan.

"Serta perjalanan komponen biaya penyelenggaraan ibadah haji di dalam negeri," tutur dia. kbc10

Bagikan artikel ini: