Mulai hari ini pengguna tol KLBM bisa langsung ke Trans Jawa

Rabu, 22 Februari 2023 | 09:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: PT Waskita Toll Road melalui entitas anaknya PT Waskita Bumi Wirasecara resmi mengoperasikan Ramp 2, 4, 5, dan 8 Junction Wringinanom Jalan Tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar (KLBM)

Direktur Utama Waskita Bumi Wirasecara (WBW) M. Cholis Prihanto menjelaskan, akses tersebut resmi beroperasi dengan tarif dan dapat digunakan oleh umum mulai Rabu (22/2/2023) pukul 06.00 WIB hari ini.

Pemberlakuan tarif tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri PUPR tentang Penetapan Golongan Jenis Kendaraan Bermotor dan Besaran Tarif Tol Ramp 2, 4, 5, dan 8 Junction Wringinanom Jalan Tol Krian - Legundi - Bunder - Manyar (KLBM).

Cholis menuturkan bahwa hadirnya Junction Wringinanom dapat membantu mempermudah akses menuju jalan-jalan tol lain di Jawa Timur.

"Junction Wringinanom menyambungkan Jalan Tol KLBM dengan Jalan Tol Surabaya - Mojokerto sehingga melalui junction tersebut, kini Jalan Tol KLBM terintegrasi dengan Tol Trans Jawa Cluster 3," ujarnya melalui keterangan resminya, Selasa (21/2/2023).

Besaran tarif dari Junction Wringinanom menuju Lebani Gresik dan sebaliknya sebesar Rp5.500 untuk Golongan I; Rp8.500 untuk Golongan II dan Golongan III; dan Rp11.500 untuk Golongan IV dan Golongan V.

Junction Wringinanom menuju Belahanrejo dan sebaliknya sebesar Rp10.500 untuk Golongan I; Rp15.500 Golongan II dan Golongan III; dan Rp21.000 untuk Golongan IV dan Golongan V.

Sementara itu, Junction Wringinanom menuju Cerme dan sebaliknya sebesar Rp32.000 untuk Golongan I; Rp48.000 untuk Golongan II dan Golongan III; dan Rp64.000 untuk jenis kendaraan Golongan IV dan Golongan V.

Junction Wringinanom menuju Bunder dan sebaliknya sebesar Rp42.000 untuk Golongan I; Rp63.000 untuk Golongan II dan Golongan III; dan Rp84.000 untuk Golongan IV dan Golongan V.

Selain itu, Cholis menambahkan bahwa menjelang pengoperasian, tim WBW sedang fokus dalam mengoptimalkan pelayanan jalan tol yang ditunjang dengan kegiatan pemeliharaan dan beautifikasi.

"Kegiatan tersebut di antaranya pembersihan barrier, pembangunan identitas visual Jalan Tol KLBM, penanaman 2.500 pohon, pemupukan kembali tanaman, serta penanaman kembali solid sodding atau gebalan rumput. Hal ini dilakukan untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol," jelasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: