Soal proyek mangkrak dan backlog rumah, ini usulan REI

Sabtu, 25 Februari 2023 | 07:19 WIB ET
Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida
Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida

JAKARTA, kabarbisnis.com: Persatuan Real Estate Indonesia (REI) mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempermudah perizinan bagi pengembang dengan syarat jaminan atau asuransi.

Ketua Umum REI Paulus Totok Lusida mengatakan, persoalan teknis terkait usulan tersebut saat ini tengah digodok. "Yang kami usulkan, tujuannya bukan mempercepat persyaratan tapi ada asuransi. Jadi kalau ada default atau penundaan. Asuransi bisa menjadi penengah," katanya dikutip, Jumat (24/2/2023).

Terkait dengan komitmen pengembang dalam penyelesaian proyek properti, jelasnya, asosiasi sudah membuat aturan agar pengembang menyelesaikannya secara tepat waktu. Meski, aturan dari asosiasi tidak bisa mengikat penuh kepada anggota lain halnya dengan peraturan dari pemerintah.

REI mengeklaim telah berdiskusi dan menyarankan agar anggota menggandeng pihak ketiga seperti perbankan berkaitan dengan kredit  proyek properti. Kondisi tersebut akan mengurangi risiko pembayaran langsung kepada pengembang.

Dia menilai opsi tersebut dapat menjadi jalan tengah bagi pemerintah agar tidak memperketat regulasi yang akan berujung backlog perumahan. Sementara dari sisi konsumen, dia merekomendasikan untuk mencermati kesepakatan yang tertuang dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) agar tidak mengandung klausul yang merugikan.

Selanjutnya, untuk pemerintah daerah agar bisa menyeleksi pengembang dan tidak buru-buru saat memberikan perizinan pembangunan. Hal ini dilakukan supaya mempermudah komunikasi apabila nantinya ada proyek bermasalah. kbc10

Bagikan artikel ini: