Siap-siap! Musim kemarau RI diprediksi mulai April 2023

Rabu, 8 Maret 2023 | 19:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan awal musim kemarau di Indonesia terjadi pada April 2023 di sebagian wilayah, kemudian menyebar di seluruh wilayah Indonesia pada Mei-Agustus 2023.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengungkapkan, prakiraan ini berdasarkan hasil pemantauan BMKG yang menunjukkan adanya fenomena la nina segera menuju netral pada periode Maret 2023.

Fenomena ini akan terus bertahan hingga semester I 2023. Kemudian, pada semester II atau bulan Juli 2023, terdapat peluang sebesar 50-60 persen kondisi netral akan beralih menuju fase el nino lemah.

Selanjutnya, akan adanya peralihan angin baratan/monsun Asia menjadi angin timuran/monsun Australia. Angin akan bertiup dari arah Benua Australia menuju ke Benua Asia melintasi kepulauan Indonesia.

"BMKG memprediksi awal musim kemarau terjadi seiring bertiupnya monsun Australia pada April 2023," kata Dwikorita dikutip, Rabu (8/3/2023).

Dwikorita mengungkapkan, angin musim kemarau ini akan dimulai dengan bertiupnya angin dari arah Benua Australia ke wilayah Nusa Tenggara dan Bali pada April 2023. Lalu bertiup ke arah kepulauan lainnya pada periode Mei-Agustus 2023.

Dengan demikian, awal musim kemarau tidak terjadi secara bersamaan di seluruh wilayah Indonesia. Musim kemarau diprediksi mulai terlebih dahulu di wilayah Bali, NTT, NTB, dan sebagian Jawa Timur pada April 2023. Sebanyak 119 zona musim atau 17 persen dari total 699 zona musim di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih dulu.

"Akan dimulai dari Nusa Tenggara dan Bali pada April 2023, lalu disusul terjadi di wilayah Jawa, kemudian terjadi berkembang hampir di seluruh wilayah Indonesia pada periode Mei-Agustus 2023," jelas dia.

Selanjutnya sebanyak 156 zona musim atau 22,3 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Mei 2023, meliputi sebagian Nusa Tenggara, sebagian Bali, sebagian besar Jawa, Lampung, sebagian Sumatera Selatan, sebagian Sumatera Utara, dan Papua bagian selatan.

Kemudian, sebanyak 155 zona musim atau 22,2 persen wilayah akan memasuki musim kemarau pada Juni 2023 meliputi sebagian besar Sumatera, sebagian kecil Jawa, Kalimantan bagian selatan, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, dan sebagian Papua.

Sedangkan sejumlah 113 zona musim atau 16 persen dari zona musim lainnya merupakan daerah yang memiliki musim hujan atau musim kemarau sepanjang tahun. "Jadi hanya punya satu musim. Itu di wilayah Indonesia ada sekitar 16 persen zona musim," jelas Dwikorita.

Jika dibandingkan terhadap rerata klimatologis pada periode 1991-2020, awal musim kemarau 2023 di Indonesia diprediksi maju pada 289 zona musim atau 41,34 persen dari total zona musim.

Kemudian sebanyak 28,61 persen atau 200 zona musim mengalami musim kemarau sama dengan kondisi normal. Dan sisanya, yaitu 95 zona musim atau 13,59 persen zona musim mengalami musim kemarau mundur.

"Jadi ada yang maju. Mayoritas itu maju 41 persen, yang mundur sekitar 13,6 persen. Sisanya adalah normal," sebut Dwikorita. kbc10

Bagikan artikel ini: