Pertumbuhan startup unikorn dunia terus melambat, kenapa?

Jum'at, 28 April 2023 | 12:52 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Hingga empat bulan pertama tahun 2023, tech winter masih membayangi startup-startup di dunia. Hal ini pun terlihat perusahaan rintisan dengan valuasi di atas US$1 miliar atau unikorn baru di dunia hanya bertambah 13 unit pada kuartal I/2023.

Berdasarkan data dari CB Insights, Rabu (26/4/2023), pada kuartal I/2023, kemunculan startup berstatus unikorn hanya ada 13, sedangkan pada kuartal lalu, startup berstatus unikorn hanya 19 atau turun 31,6 persen quarter to quarter (qtq).

Adapun jika dibandingkan pada periode yang sama pada tahun lalu adanya penurunan hingga 89,7 persen, sebelumnya unikorn pada kuartal I/2022 sebanyak 126 startup. CB Insights pun melihat penurunan jumlah unikorn ini mulai terjadi pada kuartal III/2021 atau di tengah-tengah terjadinya pandemi Covid-19.

Menariknya, pada kuartal sebelumnya yaitu kuartal II/2021, merupakan kuartal dengan jumlah unikorn terbanyak yaitu 148 startup.

Dari data yang ada, penurunan pendanaan ini pun dikarenakan adanya melandainya pendanaan dari investor karena lemahnya kinerja portofolio dan kenaikan suku bunga acuan di banyak negara.

Sementara itu, unikorn baru paling banyak di Amerika Serikat, yaitu delapan perusahaan. Jumlah unikorn baru di kawasan Asia dan Afrika sama-sama sebanyak dua perusahaan. Sementara di Eropa, hanya ada satu unikorn baru yang muncul.

Secara total, CB Insights mencatat jumlah unikorn mencapai 1.206 perusahaan yang tersebar di 50 negara per 77 April 2023. Berbagai unikorn itu berasal dari berbagai macam sektor, mulai e-commerce hingga kecerdasan buatan. Mayoritas unikorn di dunia berasal dari sektor teknologi finansial (fintech). Jumlahnya mencapai 256 perusahaan yang berada di 17 negara.

Posisi kedua ditempati sektor perangkat lunak dan layanan dengan 228 unikorn. Kemudian, ada 108 unikorn yang bergerak di sektor e-commerce dan bisnis direct-to-consumer. kbc10

Bagikan artikel ini: