Lahan dengan Tumpang Sari jadi Solusi Intensifikasi Produktivitas Sawit Petani

Kamis, 22 Juni 2023 | 14:40 WIB ET
Gamal Nasir
Gamal Nasir

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDKS) mendukung upaya meningkatkan produktivitas komoditas tersebut. Pasalnya, peningkatan produktivitas adalah kunci untuk menjaga daya saing.

BPDPKS bersama dengan Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) dan Media Perkebunan mengadakan

Hal itu dikatakan Pemimpin Umum Media Perkebunan Gamal Nasir dalam 2nd STKS (Seminar Teknis Kelapa Sawit) "Kiat Sukses Meningkatkan Produktivitas Sawit 36;36;26% Tanpa Perluasan dan Optimalisasi Lahan dengan Tumpang Sari" yang digelar BPDPKS bersama Perkumpulan Praktisi Profesional Perkebunan Indonesia (P3PI) dan Media Perkebunan.

Menurutnya, saat ini produktivitas kebun kelapa sawit rakyat masih rendah yaitu 3 ton CPO/ha/tahun sedang perusahaan 6 ton CPO/ha/tahun.Padahal potensi benih yang ada bisa mencapai 9-12 ton CPO/ha.

"Berarti masih ada ruang untuk peningkatan produktivitas tanpa perlu perluasan lahan dengan intensifikasi dengan cara se-efisien mungkin, sehingga biaya produksi tetap terjaga," ujar Gamal dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/6/2023).

Menurut Gamal, kelapa sawit sebagai komoditas penghasil devisa utama bagi Indonesia, juga produsen terbesar di dunia, tidak terlepas dari berbagai permasalahan. Hulu yang merupakan awal dari rantai pasok sawit juga menghadapi berbagai permasalahan seperti pupuk langka dan mahal, perubahan iklim, ganoderma, kebun yang semakin feminim dan lain-lain.

Keunggulan kelapa sawit bisa tergerus kalau melakukan praktek di hulu as business as usual, ketika lingkungan disekitar sudah berubah. Ada banyak hasil riset dan praktek baru yang bisa diterapkan untuk menjaga daya saing kelapa sawit.

Artinya kelapa sawit masih tetap produktif sampai umur 36 tahun dengan produksi TBS 36 ton/ha/tahun dan rendemen minyak 26% atau produksi CPO 9,36 ton/h/tahun, mulai sama atau mendekati potensi hasilnya.

"Karena itu kami masukkan dalam materi STKS ini. Dari target 180.000 ha/tahun , sejak tahun 2017 sampai 18 Mei rekomtek mencapai 288.655 ha. Khusus tahun 2023 capaian 15.377 ha (8,55%) dari target yaitu 13.768 ha pola 1 (dinas) dan 1.709 ha pola 2 kemitraan. PSR," terang Gamal.

Kepala Divisi Pemungutan Biaya dan Ukuran CPO BPDPKS Ahmad Munir menyatakan, penyaluran dana BPBPDPKS untuk PSR dan sarana prasarana bertujuan untuk meningkatkan produktivitas yang pada ujungnya meningkatkan kesejahteraan pekebun. BPDPKS hanya akan menyalurkan PSR dan sarpras kalau ada rekomtek dari Ditjenbun. "Kita tidak sekadar menunggu, tetapi terus berkoordinasi dengan Ditjen Perkebunan untuk mengoptimalkan penyaluran dana," kata Munir.

Susanto dari Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma menyatakan, sampai dengan 31 Mei 2023, PSR untuk rekomtek 291.960 ha, transfer dana Rp 7,49 triliun, tumbang chiping 221.415 ha (75%), tanam 205.456 ha (73%). Untuk memberikan  pendapatan selama TBN  maka ada program tumpang sari pada masa TBM 1 dan TBM 2.

Tantangan di lapangan adalah minat pekebun/kearifan lokal di beberapa daerah ada yang menolak, tetapi ditempat lain petani melakukannya dengan biaya sendiri, ada semangka, jagung dan lain-lain. "Kebiasaan petani tanaman tahunan juga berbeda dengan petani tanaman pangan/hortikultura yang setiap hari ke kebun merawat tanaman," cetusnya.

Dikatakan Susanto, penjaminan pasar juga harus ada, pengalaman di beberapa daerah menanam jagung tetapi terkendala pemasaran, sehingga menjadi masalah sendiri. Tantangan lain adalah kesuburan tanah, kondisi fisiografis, iklim, terdegradasinya hara dari tanaman selanya, tanah yang digarap intensif akan memperbesar erosi.

Pendanaan tanaman sela Dirat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma sudah bekerjasama dengan Direktorat Serealia, Ditjen Tanaman Pangan. Apabila ada penerima dana PSR yang akan menanam jagung maka bisa masuk dalam program perluasan lahan dan didanai dengan APBN Direktorat Seralia.

Sementara untuk pendanaan BPDPKS masih perlu payung hukum dengan dana terpisah dari dana PSR Rp30 juta.

Komoditi tanaman yang diusulkan adalah padi, jagung, kedelai. Saat ini sedang disusun proposal pilot project program tumpang sari kelapa sawit PSR dengan tanaman pangan dengan pendanaan BPDPKS.Pilot project ini akan menjadi model bantuan pendanaan BPDPKS untuk tanaman sela.

Ketua Bidang Perkebunan GAPKI, R.Aziz Hodayat menyatakan, untuk akselerasi PSR jalur kemitraan, pada 15 Mei lalu sudah ditandatangani pakta integritas oleh 21 perusahaan perkebunan dengan diketahui oleh Dirjen Perkebunan, Direktur Penghimpunan Dana BPDPKS dan Ketua Bidang Perkebunan GAPKI. Isinya adalah perusahaan perkebunan kelapa sawit mendukung dan berkomiten untuk menyukseskan program PSR melalui pencapaian target seluas 100.000 ha.

Salah satu lesson learned dari akselerasi program PSR adalah pola kemitraan strategis antara perusahaan, koperasi sawit, BRI.BRI setuju memberikan kredit PSR kepada mitra koperasi/pekebun Sinar Mas seluas 14.755 ha/7.322 KK dengan nilai total Rp 1,756 triliun.kbc11

Bagikan artikel ini: