Meski Tertekan Harga Bahan Baku, Siantar Top Optimis Kinerja Moncer di 2023

Sabtu, 24 Juni 2023 | 08:35 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Emiten produk makanan ringan PT Siantar Top Tbk (STTP) tetap optimis kinerjanya bakal moncer di tahun 2023, meski tertekan dengan fluktuasi harga bahan baku serta kondisi perekonomian global.

Direktur Siantar Top, Suwanto mengatakan, tahun ini perseroan akan fokus mengembangan produk yang sesuai segmentasi harga yang memberikan profit dan market share seiring dengan adanya peningkatan harga sejumlah bahan baku industri.

Dikatakannya, situasi pasar baik domestik maupun ekspor untuk produk jajanan saat ini sudah cukup baik, bahkan penjualan bersih perseroan pada 2022 tercatat sebesar Rp4,93 triliun atau tumbuh 16,26 persen dibandingkan 2021 sebesar Rp4,24 triliun. Sedangkan capaian laba 2022 tercatat Rp624,5 miliar.

"Dari total penjualan bersih tersebut, sebesar 11 persen dikontribusi oleh pasar ekspor dan sisanya diserap pasar domestik. Tren penjualan ekspor sendiri mengalami pertumbuhan luar biasa mencapai 35 persen, sedangkan pertumbuhan di pasar lokal 15 - 20 persen," jelasnya pada paparan publik perseroan di Surabaya, Jumat (23/6/2023).

Menurutnya, pertumbuhan pasar domestik dan ekspor tersebut seiring dengan telah berakhirnya masa pandemi Covid-19, bahkan di Indonesia statusnya sudah menjadi endemi.

"Memang tahun lalu kami belum fokus pada perluasan pasar baru untuk ekspor, tetapi di pasar ekspor eksisting itu benar-benar kami rapikan, dan lebih kami meratakan distribusinya," ungkapnya.

Saat ini, sasaran pasar ekspor produk perseroan diantaranya China, Taiwan, Korea, juga Timur Tengah seperti Yordania, Palestina, Arab Saudi, hingga Dubai.

Suwanto menambahkan, perseroan saat ini juga masih akan fokus pada strategi segmentasi harga produk agar mendapatkan profit yang bagus mengingat harga bahan baku industri makanan telah meningkat sejak tahun lalu, seperti tepung terigu dan minyak.

"Kita akan fokus pada segmen harga yang dapat memberikan market share dan profitnya, seperti produk jajanan di harga di Rp5.000, Rp7.000, dan harga di atas Rp10.000 yang termasuk produk premium. Begitu juga di pasar ekspor, kita lakukan pemetaan dengan baik agar diterima pasar," jelas Suwanto.

Direktur Utama STTP Armin menambahkan, untuk tahun ini perseroan menargetkan penjualan produk makanan ringan Siantar Top bisa tumbuh double digit.

"Sampai kuartal I/2023, tren pertumbuhan penjualannya juga cukup bagus tumbuh 5 persenan. Kami akan terus berupaya untuk mencapai kinerja yang terbaik sampai akhir tahun nanti," ulasnya.

Siantar Top memiliki tiga segmen produk makanan ringan, yaitu kerupuk yang terdiri dari merek French Fries 2000, Tic Tic, dan Twistko. Lalu, terdapat segmen mie dengan merek seperti Spix Mie Goreng, Gemez Enaak, Soba Mie, dan Suki.

Ada pula segmen biskuit dan wafer seperti Deo Goriorio, Deo Go Potato, Go Malkist, dan lain-lain. Siantar Top juga menjual kopi instan dengan merek O'Krimer dan Maestro. kbc7

Bagikan artikel ini: