Ada Regulasi ini, Volume Ekspor Sawit Anjlok

Selasa, 27 Juni 2023 | 08:13 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Eddy Martono menyebut, volume ekspor sawit Indonesia mengalami penurunan. Meskipun jika secara nilai, ekspor sawit berhasil memecahkan rekor hingga US$39,07 miliar pada 2022.

Namun, Eddy menyebut hal itu tak lepas dari bagusnya harga komoditas minyak nabati pada tahun tersebut. Tetapi dari segi jumlah, dia menegaskan angkanya masih kalah dibanding 2017 atau 2018.

"Kita ini ekspor kita tahun 2022 itu adalah memecahkan sejarah terbesar, yaitu secara nilai US$39,07 miliar. Tapi jangan salah, karena harga minyak sawit nabati cukup bagus. Tapi kalau dari segi ekspornya justru tidak terlalu, artinya dibandingkan 2017, 2018 lebih rendah," ujarnya dalam acara diskusi sawit, dikutip Senin (26/6/2023).

Dia menjelaskan, hal ini disebabkan faktor dalam negeri dan luar negeri. Faktor dari luar salah satunya adalah pelemahan ekonomi global. Sedangkan dari dalam, Eddy menyinggung kebijakan Indonesia yang sempat melarang ekspor Crude Palm Oil (CPO) atau minyak sawit mentah dan turunannya.

"Sekarang ekspor kita turun, permintaan turun. Selain permasalahan ekonom global, tetapi di satu sisi dengan pengalaman kemarin kita setop ekspor, akhirnya negara-negara yang biasa impor dari Indonesia berusaha melepaskan ketergantungan itu," bebernya.

Kini terjadi peningkatan penanaman tanaman penghasil minyak nabati selain sawit. Pada akhirnya pasar ekspor sawit menjadi turun dan Indonesia lah yang kesulitan. Namun ia tidak merinci berapa besar angka penurunan ekspor.

Dia menambahkan, produksi sawit yang cenderung stagnan dan menurun berbanding terbalik dengan kebutuhan konsumsi yang naik setiap tahun. Dia berharap pemerintah bisa lebih sinkron dalam menetapkan kebijakan.

Menurutnya, kebijakan yang tumpang tindih bakal mempersulit upaya mempertahankan produksi hasil kelapa sawit, apalagi meningkatkannya. Pemerintah dalam hal ini diminta berperan aktif dan tidak bisa hanya membebankan ke pengusaha. kbc10

Bagikan artikel ini: