Sambangi Sambal Bu Rudy, Mas Andi: Sangat Menginspirasi dan Harus Dicontoh

Senin, 3 Juli 2023 | 17:22 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya HM Ali Affandi LaNyalla M Mattalitti terus menggelorakan semangat pantang menyerah kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Surabaya dan sekitarnya. Karena semangat pantang menyerah inilah yang akan menentukan kesuksesan UMKM tersebut.

Ia menyontohkan UMKM “Sambal Bu Rudy” yang memiliki keinginan kuat menaklukkan pasar global dengan taglinenya “Bu Rudy Mendunia”. Ia berkeinginan, Sambal Bu Rudy tidak hanya bisa dinikmati oleh konsumen lokal, tetapi juga oleh konsumen dari berbagai negara seperti Jepang dan Korea karena permintaan sangat besar.

“Beberapa hari kemarin, saya berkesempatan menemani Prof Marsetio, Guru Besar Universitas Pertahanan dan ibu untuk makan siang ketika beliau berkunjung ke Surabaya. Dan tempat yang kami pilih adalah Sambal Bu Rudy. Sambal Bu Rudy ini adalah salah satu UMKM di Surabaya yang sukses, sangat menginspirasi dan harus dicontoh,” ujar HM Ali Affandi LaNyalla M. Mattalitti di Surabaya, Senin (3/7/2023).

Menurutnya, ada tiga persoalan utama dalam pengembangan UMKM, yaitu peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), akses permodalan dan akses pasar. Peningkatan SDM ini bisa diwujudkan dengan mengubah mindset hingga peningkatan keahlian.

“Bagaimana UMKM itu tidak pantang menyerah, bagaimana mereka bisa melihat potensi pasar serta mampu memanfaatkan berbagai infrastrruktur digital yang tersedia, termasuk media sosial. Seperti yang telah dilakukan oleh Bu Rudy,” kata Mas Andi.

Wajar jika kemudian Bu Rudy yang memiliki nama asli Lany Siswadi mendapat predikat sebagai Ibunya UMKM Surabaya. “Ibunya UMKM Surabaya ini sekarang juga menjadi content creator. Dan banyak cerita bagaimana proses beliau merintis usaha sampai jadi sebesar sekarang di Tik Tok-nya. Layak untuk diikuti,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut Bu Rudy bercerita jika Awal mulanya hanya iseng. “Pak Rudy suka memancing, kalau dapat ikan untuk dibakar, digoreng atau dimasak sayur lodeh. Setelah itu, kita panggil teman-teman untuk mencicipi, ternyata cocok dengan selera mereka, apalagi sambalnya," kata bu Rudy.

Setelah mencicipi sambal tersebut, mereka senang dan mendukung pasangan itu untuk menjual sambal. Pada akhirnya Bu Rudy menanggapi saran tersebut dan menjualnya, sampai hari ini menjadi primadona warga lokal hingga wisatawan luar Surabaya.

Berkat kerja kerasnya, saat ini depot oleh-oleh yang berdiri sejak 1995 tersebut telah menjadi salah satu ikon Surabaya. Dalam sehari, produksinya bisa mencapai 2 ribu botol dengan omset sekitar Rp 2 miliar per bulan.kbc6

Bagikan artikel ini: