Unesco Sebut 763 Juta Orang Dewasa Tak Tersentuh Literasi Digital

Rabu, 5 Juli 2023 | 09:53 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Organisasi internasional yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan atau Unesco melaporkan sebanyak 763 juta orang dewasa di dunia ternyata kekurangan literasi akan digitalisasi.

Chair of the Governing Board Unesco Institute for lifelong Learning, Daniel Bariel mengatakan, hampir setengah dari orang dewasa di seluruh dunia saat ini tidak melek digital.

"Dunia kita keluar jalur. Sebanyak 763 juta orang dewasa kekurangan literasi dasar digital," kata Baril pada media di konferensi pers Inclusive Lifelong Learning Conference (ILLC), di Bali, dikutip Selasa (4/7/2023).

Bahkan menurutnya, orang dewasa yang berpartisipasi dalam program pendidikan dan pembelajaran saat ini tidak mencapai 5% di sepertiga negara di seluruh dunia.

Berdasarkan laporan global Kelima Unesco tentang pembelajaran dan pendidikan orang dewasa mereka yang kurang mendapatkan pembelajaran orang dewasa adalah penduduk asli, migran, lansia dan penyandang disabilitas. Orang-orang tersebut menurutnya masuk dalam golongan yang terlalu sering kehilangan kesempatan belajar.

Untuk itu, lebih dari 140 negara anggota Unesco berkomitmen untuk menyelaraskan visi dan hak untuk mengkampanyekan Lifelong Learning atau belajar sepanjang hayat termasuk Indonesia.

Indonesia juga ditunjuk Unesco sebagai tuan rumah konferensi dunia tentang pembelajaran seumur hidup yang inklusif atau Inclusive Lifelong Learning Conference (ILLC). Konferensi dilksanakan di Bali pada 3-5 Juli 2023.

Menurutnya, Indonesia dapat dijadikan negara percontohan bagi negara lain kaitannya dengan program pelatihan kerja bagi orang dewasa dalam meningkatkan keterampilan yang selaras dengan kemajuan global.

"Melalui program pralerja pemerintah telah luar biasa memberikan kesempatan pelatihan ulang dan peningkatan keterampilan pada 17 juta masyarakat dan membawa banyak orang untuk bekerja dari yang sebelumnya mengganggur. Ini contoh yang bagus," ungkap Baril.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaporkan penerima manfaat program kartu prakerja mencapai 17 juta orang di seluruh Indonesia sejak diluncurkanya program kartu prakerja pada tahun  2020 lalu.

Airlangga mengatakan, program kartu prakerja ini memberikan berbagai banyak pelatihan dalam meningkatkan keterampilan dan bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi bagi masyarakat penerima manfaat.

"Hasilnya, manfaat program pelatihan untuk pekerjaan dan kebiasaan belajar dengan teknologi digital telah meningkat secara signifikan sebesar 12% (untuk manfaat program untuk pekerjaan ) dan 90% (untuk kegiatan belajar dengan menggunakan teknologi digital)," kata Airlangga. kbc10

Bagikan artikel ini: