ILF Expo 2023, Peluang Dorong Efisiensi Industri Kulit dan Alas Kaki Nasional

Kamis, 3 Agustus 2023 | 18:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pameran bertaraf Internasional di bidang Sepatu, Kulit, dan Fashion Indo Leather dan Footwear (ILF) Expo 2023 resmi dibuka. Pameran Internasional ke-16 yang diselenggarakan Krista Exhibitions tentang Produk Kulit dan Alas Kaki, Mesin, Teknologi Manufaktur, Bahan dan Layanan tersebut diselenggarakan pada 3 - 5 Agustus 2023 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Jakarta.

Pameran ILF  2023 bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam industri manufaktur kulit dan alas kaki dalam membantu pelaku bisnis mengoptimalkan proses produksi, menghasilkan produk kulit berkualitas, dan mengenalkan inovasi atau trend fashion kulit saat ini.

Adapun pameran yang diresmikan langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto tersebut diikuti lebih dari 200 peserta, baik lokal dan internasional. Pameran ILF 2023 ini diselenggarakan bersamaan dengan Indo Garment dan Textile Expo Expo 2023 dan juga Internasional Footwear Conference ke-40 dengan mengundang delegasi lebih dari 17 negara dan bekerja sama dengan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo).

Krista Exhibitions menarget sebanyak 10.000 pengunjung dari berbagai negara dan pameran ini diikuti  berbagai pelaku usaha dari para supplier dari industri, seperti alas kaki (sepatu fashion, sandal, flat shoes, boots untuk pria dan wanita, dan lainnya), kulit (kulit untuk sepatu,fashion, mebel, kulit exotic, dan kulit untuk accessories), garmen dan tekstil, teknologi manufaktur dan jasa produksi, berbagai mesin pengolahan bahan baku dan juga sneakers.

Pameran ILF 2023 kali ini dirancang lebih menarik dari kegiatan pameran ILF 2022 sebelumnya. LSebab, pameran ILF 2023 ini mengikutsertakan beberapa sekolah desain busana seperti ESMOD, LaSalle College, dan Instituto Di Moda Burgo pada kegiatan Fashion Show dan Workshop yang diselenggarakan di pameran ILF 2023.

Pada pameran ILF 2023 tidak hanya menampilkan kegiatan Fashion Show dan Workshop, tetapi juga terdapat kegiatan menarik lainnya seperti seminar, talk show, demo pembuatan sepatu, tas dan barang jadi kulit, vest dan aksesoris. Melalui Indo Garment & Textile Expo 2023, Krista Exhibitions juga turut mendukung program pemerintah 'Kebaya Goes To UNESCO' melalui Fashion Show kebaya yang diperagakan oleh Barisan Berkebaya Indonesia, Pertiwi Indonesia, dan Mustika Ratu.

"Pameran ILF 2023 kali ini mengalami peningkatan peserta sekitar 30 persen dibandingkan dari tahun sebelumnya dan melibatkan peserta pameran lebih dari 8 negara, antara lain India, Italia, China, Korea, Taiwan, Japan, Singapore, Perancis," ujar CEO Krista Exhibitions Daud D Salim dalam keterangan tertulis, Kamis (3/8/2023).

"Penyelenggaraan pameran ILF 2023 adalah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada usaha industri manufaktur kulit dan alas kaki yang telah mengalami peningkatan yang positif dan diharapkan setelah kegiatan pameran ILF 2023 pelaku usaha Industri Persepatuan, Perkulitan Perkulitan (penyamakan kulit) dan barang jadi kulit di Indonesia dapat bersaing di pasar global," tambah Daud.

Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Eddy Widjanarko dalam sambutannya mengatakan, ditengah terjadinya pelemahan ekonomi dunia dan penurunan demand khususnya dari negara-negara tujuan ekspor tradisional Indonesia. Industri alas kaki di Indonesia masih menjadi daya tarik, sehingga angka investasinya masih naik.

"Sejumlah kekuatan yang menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki daya tarik adalah pertama, Indonesia dianggap memiliki komitmen yang tinggi dalam menjaga global supply chain disaat pandemi Covid-19 terjadi secara global," tandasnya.

Dia bilang, pada awal PSBB, pemerintah menerbitkan izin operasional dan mobilitas kegiatan industri yang menjaga industri tetap bisa berproduksi namun dengan pengawasan protokol Kesehatan yang ketat. Kedua, penanganan pandemi Covid-19 termasuk diantaranya adalah terkait serbuan vaksin bagi masyarakat yang termasuk diantaranya adalah para pekerja pada industri alas kaki. Sehingga selain di masyarakat, pada lingkungan pabrik pun dapat tercapai kekebalan imunitas kelompok. Dampak positifnya karyawan/pekerja menjadi lebih terlindungi.

Ketiga, komitmen pemerintah yang secara cepat dan melakukan terobosan atas hambatan obesitas hukum serta perizinan melalui deregulasi hukum dengan metode omnibus law. Melalui sejumlah upaya tadi, sejatinya angka pertumbuhan investasi dan ekspor Indonesia sudah dapat dilihat sejak tahun 2008 (awal pandemi).

"Dengan kondisi tersebut, kami berkeyakinan bahwa industri alas kaki akan tetap bertumbuh.Namun demikian masih ada obstacle terkait daya saing industri alas kaki Indonesia, yaitu bahwa Indonesia masih belum memiliki Free Trade Agreement Indonesia - EU CEPA," ujarnya.

Akibatnya, lanjut Eddy, daya saing produk alas kaki Indonesia sulit untuk bersaing dengan produk-produk sejenis yang berasal dari Vietnam. Vietnam sendiri sudah memiliki FTA dengan EU sejak 2019 yang lalu. Untuk itu APRISINDO berharap pembahasan Indonesia - EU CEPA bisa segera difinalisasi. APRISINDO juga akan berperan aktif sebagai mitra pemerintah untuk pembahasan mengenai Indonesia - EU CEPA ini.

Ketua Umum DPP Asosiasi Penyamak Kulit Indonesia (APKI) Budi Purwoko berharap Pameran ILF ke-16 Tahun 2023 menjadi salah satu katalisator yang mendorong terwujudnya ekosistem bisnis sektor industri kulit Indonesia yang kokoh dan berdaya saing tinggi di masa mendatang. "Dan kita mengharapkan sektor industri kulit, alas kaki, barang jadi kulit, fashion dalam negeri semakin kuat membentuk jalinan kerja sama ekosistem bisnis dan rantai pasok (supply-chain) yang luas dan stabil," ujar Budi Purwoko.

Sebagai informasi, kesuksesan Indo Leather dan Footwear Expo 2023 tidak terlepas dari dukungan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Pemerintah Kabupaten Garut, KADIN Indonesia, Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo), Asosiasi Penyamakan Kulit (APKI), Asosiasi Pengusaha Pameran Indonesia (Asperapi), Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo). kbc11

Bagikan artikel ini: