Pertalite Hilang di Tahun Depan? Ini Kata Kementerian ESDM

Kamis, 31 Agustus 2023 | 20:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menegaskan, langkah menaikkan octan number bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dilakukan untuk menekan emisi karbon yang berasal dari oksida nitrogen (NOx) dan sulfur oksida (SOx).

Namun, rencana menaikkan oktan Pertalite dengan mencampur 7% bioetanol tersebut masih dalam tahap pengkajian. Intinya, pemerintah ingin terlebih dulu memastikan sumber penghasil utama emisi, sebelum menjalankan kebijakan tersebut.

"Sumbernya dari mana? Transportasi dan industri. Nah, transportasi alternatifnya itu WFH, kemudian industri juga standar buangan emisinya harus kita cek dan evaluasi lagi," ungkap Arifin kepada wartawan usai Raker bersama Komisi VII DPR di Jakarta, Kamis (31/8/2023).

Beriringan dengan itu, Arifin menegaskan harus ada langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya emisi karbon yang saat ini terasa nyata dengan adanya polusi udara di Ibu Kota Jakarta.

"Bahaya emisi ini loh, itu yang namanya SOx, NOx, itu langsung. Jumlahnya meskipun yang dikeluarkan sedikit, tapi kalau kendaraannya banyak ya itu nambah terus," kata Menteri Arifin.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati merencanakan peluncuran produk baru dengan nama Pertamax Green 92. Produk itu merupakan pencampuran antara Pertalite dengan 7% etanol yang bertujuan meningkatkan oktan dari BBM bersubsidi tersebut.

Sinyal peluncuran produk Pertamax Green 92 itu mengikuti produk gasoline campuran etanol yang beberapa waktu lalu telah diluncurkan dan diedarkan di 17 SPBU Jakarta dan Surabaya, yakni Pertamax Green 95. Dengan begitu, Nicke memastikan tahun depan hanya ada tiga produk gasoline yang dijual oleh Pertamina, yaitu Pertamax Green 92, Pertamax Green 95, serta Pertamax Turbo.kbc11

Bagikan artikel ini: