Jelang Fesyar Jawa, BI Jatim Gencar Sosialisasi di Area CFD Taman Bungkul

Senin, 18 September 2023 | 00:40 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur kian gencar melakukan sosialisasi kegiatan Fastival Syariah (Fesyar) Jawa yang bakal mulai digelar pada akhir bulan ini, salah satunya di area Car Free Day (CFD) Taman Bungkul jalan Darmo Surabaya.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim, Muslimin Anwar mengatakan, sosialisasi yang digelar di area CFD kali ini adalah yang ketiga kalinya dan akan berlanjut hingga Minggu depan. Berbagai kegiatan dilaksanakan dalam rangka mengomunimasikan rencana pelaksanaan Fesyar Jawa road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Jakarta.

"Karena masyarakat yang berkumpul di sini beragam, maka kami sesuaikan dengan tujuan masyarakat ke CFD. Salah satunya kami mengajak senam, juga dialog dengan masyarakat," kata Anwar saat ditemui disela Sosialisasi di CFD, Minggu (17/9/2023).

Ia menjelaskan, pelaksanaan Fesyar road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) Jakarta dilaksanakan di tiga tempat, yaitu di kota Medan untuk wilayah Sumatra, Samarinda untuk wilayah Timur Indonesia dan di Surabaya untuk wilayah Jawa.

"Khusus Fesyar Jawauntuk menjaga histori terbentuknya pelaksanaan ISEF, maka Fesyar Jawa tetap dilaksanakan di Surabaya agar tetap dan tidak melupakan historis terbentuknya ISEF," katanya.

Fesyar Jawa bakal banyak diikuti oleh UMKM syariah binaan Bank Indonesia di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan DKI Jakarta. Pelaksanaan Fesyar menuju ISEF ini dalam rangka mengedukasi masyarakat melalui tentang ekonomi syariah karena tingkat literasi keuangan syariah masyarakat Indonesia masih terbilang masih rendah.

"Untuk keuangan syariah, kontribusinya hanya sebesar23,4 persen di tahun 2022. Meskipun meningkat dibandingkan tahun 2019 sebesar 16,3 persen, tetapi secara angka literasi masyarakat Indonesia terhadap ekonomi syariah masih rendah," katanya.

Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan BI, mulai dari Fesyar hingga ISEf, Bank Indonesia berharap literasi masyarakat terhadap ekonomi syariah akan meningkat dari waktu ke waktu, baik dari jumlah pengunjung yang hadir, ataupun transaksi yang dilaksanakan sebelum dan pada saat kegiatan Fesya Jawar maupun ISEF.

"Data kami menunjukkan pada tahun 2022 lalu busines matching di seluruh Jawa ketika Fesyar maupun menjelang Fesyar tahun 2021 mencapai sekitar Rp 7 triliun, meningkat di tahun 2022 Rp 9,244 triliun. Dan di tahun 2023 ini kami berharap bakal naik lagi menjadi Rp 9,6 triliun, baik dari busines matching, trading dan finanching. Juga perbankan dan fintech-nya," terang Muslimin.

Ada beberapa catatan yang sempat disampaikan Muslimin terkait posisi Indonesia di pasar syariah global masih di diposisi ke empat, untuk sektor Halal food nomor dua, Islamic financial menduduki posisi ke-6, dan modes fesyen Islam di posisi ke-3. Sedangkan farmasi dan kosmetik di urutan ke-9.

Harusnya produsen kosmetik dari Indonesia dikembangkan. Sehingga ekonomi syariah didorong supaya benar-benar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, membuka lapangan kerja baru.

"Dengan adanya keuangan ekonomi syariah, maka sekarang dibuka Fakultas Ekonomi Syariah sehingga ada lapangan kerja baru. Selain itu juga ada juru sembelih halal atau Juleha, itu juga membuka lapangan pekerjaan baru. Termasuk pariwisata ramah muslim, dimana disetiap tempat harus ramah muslim ada fasilitas shalat, makanan halal," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: