Lampaui Target, Produksi Batu Bara RI Ditaksir Bisa Tembus 700 Juta Ton

Jum'at, 6 Oktober 2023 | 08:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) memproyeksi produksi batu bara dalam negeri bisa melebihi target tahun ini hingga lebih dari 700 juta ton.

Untuk diketahui, target yang ditetapkan untuk tahun 2023 ini sendiri sebesar 694,5 juta ton batu bara. Sedangkan, mengutip Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), produksi batu bara dalam negeri per 4 Oktober 2023 mencapai 564,59 juta ton atau sebesar 81,29% dari target tahun ini.

Direktur Eksekutif APBI, Hendra Sinadia mengatakan bahwa tren yang terjadi saat ini yakni meningkatnya permintaan batu bara baik dari dalam dan luar negeri bisa berpengaruh pada produksi batu bara yang akan melonjak.

"Tren ini kemungkinan melebihi target (produksi batu bara tahun ini) ya," jelas Hendra seperti dikutip, Kamis (5/10/2023).

Dengan begitu dia mengatakan bahwa terdapat potensi produksi batu bar yang akan melebihi target tahun ini mencapai 700 juta ton.

"Pokoknya melebihi target lah diatas 700 juta ton lebih ya, dengan tren saat ini," tambahnya.

Hendra mengatakan bahwa hal tersebut seiring dengan permintaan akan batu bara dari luar negeri seperti China dan India yang terpantau melonjak. Dia mengatakan impor batu bara di China bahkan akan terus meningkat hingga kuartal IV 2023 ini.

"Permintaan dari luar negeri kan juga dari Tiongkok meningkat di kuartal IV, impor China kan juga tinggi dari tahun lalu India juga seperti itu," terangnya.

Selain itu, Hendra mengatakan bahwa permintaan dalam negeri turut melonjak lantaran terus berkembangnya PLN sebagai perusahaan listrik pelat merah di Indonesia.

Adapun dia mengungkapkan bahwa gencarnya pembangunan smelter atau fasilitas pemurnian dan pengolahan mineral mentah dalam negeri yang semakin berkembang membuat permintaan akan listrik semakin tinggi yang secara tidak langsung juga berpengaruh pada meningkatnya permintaan batu bara dalam negeri.

"PLN setiap tahun bertambah apalagi smelter makin banyak jadi bagus demandnya kan seiring ekonomi kalo listrik bagus ya permintaan tinggi. Jadi permintaan domestik ini cukup kuat yang mendorong produksi bisa tinggi," ucap Hendra.

Dia mengatakan bahwa produksi batu bara dalam negeri juga lancar karena musim kering yang terjadi sepanjang tahun ini dan kapasitas alat berat yang memadai di Indonesia.

"Jadi dari sisi suplai nggak ada hambatan karena kan cuaca kering ya tahun ini kemudian alat berat kapasitasnya memadai jadi optimal produksinya karena didorong demand juga meningkat," tandas Hendra. kbc10

Bagikan artikel ini: