Persiapan Musim Tanam I, Kementan Ingin Pastikan Ketersediaan Pupuk

Senin, 9 Oktober 2023 | 19:59 WIB ET
Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi
Plt. Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi

JAKARTA, kabarbisnis.com: Plt. Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi membeberkan sejumlah program prioritas. Menurutnya, ada banyak tugas yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada dirinya sebagai Plt. Menteri Pertanian.

Arief mengatakan, pihaknya dalam waktu dekat tengah mengebut persiapan musim tanam I yang berlangsung mulai November sampai Maret. Khususnya dalam ketersediaan pupuk di petani. "Jadi saya sekarang sedang detailin soal pupuk," ujar Arief di Jakarta, Senin (9/10/2023).

Arief ingin outlet milik Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) sebanyak 26.000 titik di seluruh Indonesia dipastikan memiliki ketersedian pupuk yang mumpuni. Baik pupuk komersial maupun pupuk subsidi. "Itu akan saya kontrol semuanya harus ada pupuk," kata Arief.

Dia pun mengaku terus berkoordinasi dengan seluruh jajaran eselon 1 dan eselon 2 Kementerian Pertanian untuk menyiapkan langkah cepat realisasi program Kementan tersebut. "Saya lagi minta quick win 3 bulan. Jadi dalam 2 hari terakhir ini saya minta beliau-beliau semua mempersiapkan, saya mau kawal eksekusinya detail satu per satu," terangnya.

Sebelumnya, Arief dalam keterangannya mengatakan, peran dan fungsi Kementerian Pertanian yang berfokus pada produksi pangan menjadi penting untuk penguatan tata kelola pangan nasional. Dia berharap dengan ditunjuk sebagai Plt. Menteri Pertanian dapat fokus meningkatkan produksi pangan.

Arief ingin agar sisa anggaran Kementan di tahun 2023 dapat didorong untuk akselerasi program dan kegiatan peningkatan produksi pangan. Implementasi program, kata dia, harus akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan dengan baik dan benar.

"Kementan sangat diharapkan masyarakat untuk dapat menggenjot produksi pangan nasional, sehingga strategi persiapan musim tanam pada November dan Desember mendatang perlu disiapkan segera, penting kita kaji dan bahas dengan seluruh stakeholder terkait," kata Arief.

Adapun Arief meyakini ketahanan dan kedaulatan pangan dapat tercapai dengan peningkatan produksi pangan dalam negeri. Apalagi saat menghadapi tantangan alam karena fenomena El Nino. "Kita selalu optimis, Indonesia masih memiliki peluang yang besar di sektor pertanian nasional, mengingat negara kita kaya akan potensi dan sumber daya alam yang besar," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: