Kemenperin Pede Target Nol Emisi Karbon Sektor Industri di 2050

Rabu, 11 Oktober 2023 | 16:48 WIB ET
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan sektor industri dapat mencapai nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) di 2050. Target tersebut, 10 tahun lebih dini dibandingkan target NZE nasional yang dipatok pada 2060.

Untuk itu, Agus mengumpulkan pejabat eselon I Kementerian Perindustrian (Kemenperin) untuk menyiapkan strategi mencapai NZE sektor industri di 2050.

"Sebab itu, kita menggelar rapat ini dengan tema dekarbonisasi sektor industri menuju target net zero emission pada tahun 2050. Kenapa 2050? padahal sebetulnya secara nasional target NZE itu pada tahun 2060, karena kami di Kemenperin kita semua ingin target NZE itu bisa tercapai lebih cepat daripada target NZE nasional," kata Agus saat membuka rapat kerja (raker) Kemenperin di Jakarta, Rabu (11/10/2023).

Menurutnya, dekarbonisasi merujuk pada proses mengurangi emisi gas rumah kaca, terutama karbon dioksida, yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. Di tengah tantangan global terkait perubahan iklim, Indonesia memerlukan tindakan tegas untuk mengurangi tingkat emisi gas rumah kaca.

"Upaya dekarbonisasi di Indonesia tidak hanya sebatas kewajiban global, tetapi juga langkah krusial untuk melindungi keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Selain itu, Indonesia, sebagai negara populasi besar dan pertumbuhan ekonomi yang pesat menjadi salah satu kontributor utama emisi karbon di tingkat regional bahkan global. "Langkah-langkah dekarbonisasi termasuk sektor manufaktur menjadi semakin penting, khususnya untuk sektor industri," tambahnya.

Menteri Agus menegaskan, capaian efisiensi energi dapat tercapai seperti pemantauan dan pengontrolan penggunaan energi, penggantian peralatan/perlengkapan dengan efisiensi energi yang lebih baik, pengontrolan penggunaan peralatan sistem tata udara gedung, dan pemantauan penggunaan energi dengan aplikasi e-maintenance.

Karenanya, Kemenperin telah melakukan efisiensi energi pada tahun 2022 dengan nilai Intensitas Konsumsi Energi (IKE) gedung pusat Kementerian Perindustrian adalah sebesar 106 Kwh/tahun/m2. Angka IKE ini masih jauh lebih kecil dari standar IKE perkantoran di DKI Jakarta yang sebesar 210 Kwh/tahun/m2, dan menghasilkan efisiensi energi sebesar 50%.

"Dengan adanya capaian efisiensi energi di internal Kementerian Perindustrian tersebut, kita dapat memberikan contoh langkah nyata yang dapat diikuti oleh para pelaku industri sesuai dengan konsep rencana aksi dekarbonisasi yang akan kita susun bersama," jelasnya.

Dia berharap, setiap unit pembina industri menyiapkan usulan strategi dan rencana aksi yang konkret dan efektif untuk meningkatkan kembali daya saing dan produktivitas sektor industri.

"Sehingga kontribusi sektor industri terhadap PDB bisa kembali mencapai 20%, dan visi kita untuk menjadi negara industri tangguh, inklusif, dan berkelanjutan dapat terwujud," harapnya. kbc11

Bagikan artikel ini: