Tersengat Perang Israel-Hamas, Harga Emas Diramal Bakal Kinclong

Selasa, 17 Oktober 2023 | 06:49 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga emas global pekan ini diprediksi akan mengalami kenaikan pada perdagangan periode 16-20 Oktober 2023. Sentimen utama yang paling berpengaruh terhadap kenaikan harga emas yakni konflik di Timur Tengah antara Israel dan Hamas.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan akhir pekan lalu kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi Comex New York Exchange naik US$58,50 atau 3,11% ke level US$1.941,50 per troy ounce.

Sedangkan harga emas spot naik 3,42% ke level US$1.932,82 per troy ounce. Analis Komoditas Lukman Leong mengatakan, dengan absennya data ekonomi penting dari Amerika Serikat (AS) pekan depan, sentimen utama  yang mempengaruhi kenaikan harga emas global masih terhadap perang Israel-Hamas.

"Apabila perang memanas dengan serangan darat Israel, maka harga emas akan kembali naik oleh permintaan safe haven investor," ujar Lukman seperti dikutip, Senin (16/10/2023).

Lebih lanjut dia mengatakan, perang Israel-Hamas juga menyebabkan imbal hasil obligasi AS atau US Treasury Yield turun dan hal itu mendukung kenaikan harga emas. Mengacu data Investing, pada penutupan Jumat (13/10/2023), US Treasury Yield tenor 10 tahun terkoreksi 1,71% ke level 4,61%.

"Harga emas diperkirakan akan kembali di atas US$1.900, dengan level support di US$1.850 dan resistance di US$1.950 per troy ounce," tandas Lukman.

Departemen Tenaga Kerja AS melapokan Indeks Harga Konsumen AS (CPI) September 2023 meningkat 0,4%, setelah kenaikan 0,3% pada bulan Agustus.

Namun, harga konsumen secara tahunan telah turun dari puncaknya sebesar 9,1% pada Juni 2022. Alhasil, para pelaku pasar memproyeksikan kemungkinan sebesar 38% dari kenaikan suku bunga pada Desember oleh Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed), menurut alat CME Fedwatch, dibandingkan dengan sekitar 28% kemungkinan yang tecermin sebelum rilis laporan tersebut.

Seperti diketahui, suku bunga The Fed atau Fed Fund Rate (FFR) saat ini masih ditahan di level 5,25%-5,5% pada FOMC September 2023. Namun, The Fed masih memproyeksikan kenaikan suku bunga 25 bps sekali lagi ke level 5,75 hingga akhir tahun untuk menekan laju inflasi. kbc10

Bagikan artikel ini: