Pabrikan Mobil Listrik Vietnam Siap Ekspansi ke Asia Tenggara, RI Pilihan Utama

Rabu, 18 Oktober 2023 | 07:55 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produsen kendaraan listrik asal Vietnam, VinFast Auto Ltd., bakal agresif ekspansi bisnis ke pasar Asia Tenggara, dimulai dari Indonesia.

Chief Executive Officer VinFast Le Thi Thu Thuy, berharap pada akhirnya dapat mengumpulkan "banyak modal" untuk mendorong rencana ekspansi globalnya, demikian dikutip dari Bloomberg.

Perusahaan menargetkan penjualan mobil tahun ini dapat mencapai 45.000 hingga 50.000 unit.

Menurut data perusahaan, VinFast telah mengirimkan 10.027 mobil dan 28.220 skuter listrik pada kuartal ketiga. Perusahaan telah melaporkan mengirimkan total kumulatif 28.727 kendaraan.

Produsen mobil tersebut mengatakan telah menjual 7.100 kendaraan ke GSM Green dan Smart Mobility Joint Stock Co., sebuah perusahaan taksi Vietnam di mana pendirinya, Pham Nhat Vuong yang memegang 95 persen sahamnya.

Asia Tenggara disebut-sebut memiliki banyak potensi, dimana pemerintah ingin meningkatkan adopsi kendaraan listrik dengan target yang agresif.

"Kami bermaksud untuk memasuki Asean secara agresif, dimulai dari Indonesia," kata Thuy, masih dikutip dari Bloomberg.

Perusahaan ini sedang membangun kompleks manufaktur senilai 2 miliar dolar di North Carolina dan merencanakan pabrik di India.

Produsen mobil tersebut, yang melaporkan kerugian lebih besar pada kuartal ketiga dan saat ini berada di jalur yang tepat untuk mencapai titik impas dan mencapai profitabilitas.

Vuong mengatakan, pada Mei lalu bahwa pembuat kendaraan listrik dapat memperoleh keuntungan setelah tahun 2025 jika operasinya lancar dan mencapai titik impas pada akhir tahun 2024.

VinFast sendiri telah melakukan IPO di AS pada bulan Agustus dengan melakukan merger dengan perusahaan cek kosong Black Spade Acquisition Co.

Perusahaan tersebut akan melepas sebanyak 76 juta saham ke pasar, meski sebagian akan menghadapi batasan perdagangan.

Disebutkan, VinFast sedang mengerjakan banyak transaksi untuk meningkatkan basis investornya, menurut Thuy.

Vingroup memiliki 50,8 persen saham VinFast, Vietnam Investment Group atau VIG, memegang 32,9 persen saham perusahaan tersebut dan Asian Star Trading and Investment Ltd. memiliki 12,9 persen saham di VinFast.

Pemegang saham utama VinFast, VIG dan Asian Star Trading and Investment Ltd. memperkirakan akan menjual 46 juta saham VinFast, menurut pernyataan perusahaan sebelumnya. Hasil penjualan akan digunakan untuk mendanai rencana ekspansi VinFast. kbc10

Bagikan artikel ini: