Internet RI Paling Lelet di Asia Tenggara, Menkominfo Malah Sentil Peringkat Timnas di FIFA

Rabu, 25 Oktober 2023 | 09:17 WIB ET
Menkominfo Budi Arie Setiadi
Menkominfo Budi Arie Setiadi

JAKARTA, kabarbisnis.com: Tidak bisa dipungkiri bahwa kecepatan internet di Indonesia paling lelet se-Asia Tenggara (ASEAN). Kecepatan internet Indonesia ada di peringkat 9 dari 10 negara ASEAN.

Hal ini disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi dalam acara capaian kinerja 2023 yang dipantau secara virtual di YouTube FMB9ID_IKP, Selasa (24/10/2023).

Budi menjelaskan, kecepatan internet di Indonesia saat ini masih berada di angka 22 Mbps. Dengan kecepatan itu, peringkat kecepatan internet di Indonesia saat ini berada di peringkat 98 dunia. Sedangkan di Asean berada di peringkat 9 dari 10 negara.

"Karena avarage kita baru di 22 Mbps. Kita ini cuma nomor 9 dari 10 di ASEAN, di dunia baru 98 soal kecepatan internet," katanya.

Budi menambahkan, peringkat kecepatan internet di Indonesia di dunia sama seperti peringkat Timnas Indonesia di FIFA. Di mana sama-sama berada di posisi bawah. Tercatat, melalui situs resmi FIFA, Indonesia kini berada di peringkat ke-147.

Adapun kecepatan internet Indonesia ini masih sangat jauh tertinggal dengan kecepatan internet di Singapura yang telah mencapai 200 Mbps, dan Thailand mencapai kecepatan 120 Mbps.

"Kita jangan dibandingin dengan Singapura yang sudah 200 mbps, Thailand sudah 120 mpbs, di dunia ini kita masih 98. Ini kaya peringkat PSSI (Timnas Indonesia) di FIFA lah, agak di bawah," tandasnya.

Budi mengakui bahwa kecepatan internet di Indonesia masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera ditangani jika Indonesia ingin menjadi negara maju. Pasalnya kecepatan internet menjadi dasar negara maju.

Kemudian juga jangkauan masyarakat Indonesia dalam memiliki akses internet saat ini masih 78%, yang artinya terdapat 22% masyarakat masih belum memiliki akses internet.

"Ini pekerjaaan besar. Kalau kita negara maju soal speed ini jadi concern kita. Di kota sudah oke tapi di daerah kabupaten masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: