Gernas El Nino Realisasikan Tambah Tanam 75,6 Persen

Rabu, 8 November 2023 | 18:32 WIB ET
Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Menteri Pertanian Amran Sulaiman

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat, hingga 4 November 2023, Gerakan Nasional (Gernas) luas tambah tanam guna memitigasi dampak El Nino 2023 sudah terealisasi sebanyak 430.236 hektar (ha) atau 75,6% dari total yang ditargetkan yakni 569.374 hektar (ha).

Dalam rapat kerja dengan Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian (Mentan)  Amran Sulaiman menyampaikan terkait dengan progress Gerakan Nasional (Gernas) luas tambah tanam dalam rangka penanganan dampak El Nino 2023. "Gerakan nasional El Nino bertujuan untuk mengkompensasi penurunan produksi padi akibat El Nino berupa penambahan areal tanam seluas 569.374 hektar," ujar Amran di Jakarta, Rabu (8/11/2023).

Mentan menyebut bahwa fokus gernas dilakukan di 10 provinsi sentra produksi padi yaitu enam provinsi utama Jawa Tengah (terealisasi sebesar 50.017 ha), Jawa Timur (53.060), Jawa Barat (41.041 ), Sumatera Selatan (81.446 ha). Kemudian Sulawesi Selatan (65.396), dan Sumatera Utara (27.272).

Kementan juga menetapkan empat provinsi pendukung yakni Lampung (22.081), Banten (36,645), Kalimantan Selatan (42.193), dan Nusa Tenggara Barat (NTB) realisasi tambah tanamnya sudah seluas 11.294 ha.

Menurut Mentan, Gernas El Nino diharapkan mampu mengkompensasi penurunan produksi padi sebanyak 3 juta ton gabah kering giling (GKG) atau 1,5 juta ton beras sebagai dampak El Nino.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi anomali iklim, baik El Nino dari Samudera Pasifik dan Indian Dipole Ocean atau Dipol Samudra Hindia positif akan terus berlangsung hingga Maret 2024.

Berdasarkan laporan dari Organisasi Meteorologi Dunia, sekitar 60% kerugian bencana di negara maju terjadi akibat perubahan iklim, namun dampak terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut hanya sekitar 0,1%.

Kendati demikian, perubahan iklim itu lebih berdampak oleh kondisi di negara berkembang, sebab 7% dari bencana bisa menyebabkan kerugian hingga 5-30% terhadap PDB. Sedangkan bagi negara kepulauan, 20% dari bencana dapat berakibat kerugian hingga 50% terhadap PDB. Bagi beberapa negara, bahkan bisa mengakibatkan kerugian hingga 100% PDB. kbc11

Bagikan artikel ini: