Utang di Pinjol Bakal Dibatasi Maksimal di 3 Platform

Minggu, 12 November 2023 | 08:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal membatasi konsumen hanya boleh berutang ke tiga platform pinjaman online (pinjol).

Hal ini diungkap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya Anggota Dewan Komisioner OJK Agusman.

"Sekarang dibatasi. Kalau ingin mendapatkan dari beberapa platform, jadi hanya maksimum tiga," kata Agusman seperti dikutip, Sabtu (11/11/2023).

Agusman mengatakan, aturan tersebut untuk mencegah praktik pemberian dana secara berlebihan kepada peminjam. Dengan batasan itu juga, peminjam tak bisa melakukan peminjaman uang dari satu platform untuk menutup pinjaman di platform lainnya.

Dia pun menambahkan aturan tersebut diberlakukan dengan niat baik untuk melindungi konsumen dalam mengakses pendanaan.

Lebih lanjut, Surat Edaran (SE) OJK 19/SEOJK.06/ 2023 tentang Penyelenggaraan LPBBTI juga mengatur tentang kewajiban penyelenggara untuk memperhatikan kemampuan peminjam untuk membayar kembali (repayment capacity).

Jadi, OJK akan meminta penyedia layanan jasa pinjol untuk melakukan analisis terhadap permohonan peminjaman uang. Analisisnya yakni penyelenggara perlu memperhatikan kelayakan dan kemampuan calon penerima dana.

"Jadi jangan sampai yang tadi kita sampaikan mereka itu sepertinya tidak memiliki kemampuan keuangan, tapi ikut sehingga waktu membayar tidak mampu," jelas Agusman.

Salah satu indikator yang menjadi pertimbangan dalam menjamin kemampuan membayar adalah lewat gaji peminjam. Agusman mengatakan mulai 2024, peminjam hanya boleh mengajukan pinjaman maksimal 50 persen dari gajinya.

Besaran ini juga akan diturunkan secara bertahap pada tahun berikutnya. Jadi maksimal 40 persen dan tahun selanjutnya menjadi maksimal 30 persen.

"Kita juga mengatur di SE itu batas maksimum yang terkait dengan leverage. Jadi kalau orang punya income berapa, boleh minjam berapa itu boleh, ada jadi maksimumnya. Itu kita mulai dari 50 persen tahun 2024. Tahun berikutnya lebih rendah lagi, jadi 40 persen, kemudian yang berikutnya menjadi 30 persen," tambahnya. kbc10

Bagikan artikel ini: