UMP 2024 Naik, Begini Dampaknya Menurut Pengusaha Ritel

Kamis, 16 November 2023 | 13:01 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey mengaku optimistis daya beli masyarakat tetap terjaga seiring dengan rencana kenaikan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2024.

"Sudah ada penetapan kenaikan UMR, apapun yang namanya kenaikan, itu akan berkontribusi kepada spendingnya kalau enggak ada kenaikan bisa menggerus spending, karena biasanya kalah sama inflasi," kata Rey seperti dikutip, Kamis (16/11/2023).

Di satu sisi, kenaikan upah diikuti juga dengan peningkatan produktivitas oleh para pekerja. Sehingga, pengeluaran gaji akan selaras dengan kualitas dan produktivitas pekerja.

Sementara itu, Rey optimis tren belanja konsumen masih berada di angka positif berkisar 4 hingga 4,2 persen di kuartal keempat 2023. Proyeksi ini menurut Rey tidak akan jauh berbeda dengan persentase kuartal 4 tahun 2022.

"Kita lihat di angka sekitar mudah-mudahan di angka 4 sampai 4.2 persen," pungkasnya.

Rey menuturkan, angka tersebut masih cukup relevan untuk menjadi proyeksi mengingat kondisinl ritel saat ini masih belum pulih dari dampak pandemi Covid-19.

Sekalipun pandemi sudah terkendali, Rey mengatakan kondisi ritel masih fluktuatif terhadap geopolitik yang mana kondisi tersebut akan mengganggu rantai pasok sejumlah komoditas.

"Sektor ritel modern sampai hari ini belum pulih 100 persen kita masih di dalam anomali, setelah pandemi 2,5 tahun menggerus semua sektor kita dihadapkan berbagai peristiwa tidak hanya di dalam tapi juga global sehingga mempengaruhi kita di dalam negeri," jelasnya.

Rey menambahkan, fluktuasi nasib Industri ritel di masa depan juga sangat berpengaruh dengan perubahan iklim saat ini. Sebab, sejumlah komoditas seperti beras, bawang putih, cabai, dan lainnya sangat tergantung dengan cuaca.

Kondisi anomali iklim membuat masa panen terganggu. Akibatnya, ucap Rey, supply dan demand tidak seimbang dan menimbulkan inflasi pangan.

"Kenapa terjadi naik turun indonesia enggak lepas dari masalah global supply demand makanan dan minuman terganggu karena cuaca atau kita harus Impor. Inflasi tertinggi akan terjadi di sektor pangan," kata Rey. kbc10

Bagikan artikel ini: