RI Jadi Penguasa Ekspor Batu Bara Dunia, Terbanyak ke China

Jum'at, 17 November 2023 | 06:40 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ekspor batu bara Indonesia terus mengalami peningkatan. Bahkan Indonesia kini berstatus sebagai negara eksportir batu bara terbesar untuk bahan bakar listrik.

Melansir Reuters, Kamis (16/11/2023), ekspor batu bara Indonesia mencapai 413 juta metrik ton selama sepuluh bulan terakhir atau hingga Oktober 2023.

Tercatat pengiriman batu bara dari Indonesia melonjak 11,5% dibandingkan periode yang sama di 2022. Ekspor tersebut juga dua kali lipat dari total pertumbuhan ekspor secara global.

Menurut data Kpler, pengiriman tersebut menjadi yang kalinya bagi Indonesia menyumbang lebih dari 50% ekspor batu bara secara global selama periode Januari hingga Oktober. Hal ini menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam merebut pangsa pasar dari eksportir pesaingnya.

Adapun pangsa pasar eksportir batu bara terbesar kedua adalah Australia. Di mana Australia mengirim sebanyak 19,4% batu bara secara global dalam 10 bulan pertama di tahun ini atau turun dari 20% pada 2022.

Sementara eksportir batu bara terbesar ketiga, Rusia, memiliki pangsa sebesar 11%, turun dari 12,3% pada tahun 2022.

Afrika Selatan dan Kolombia, yang masing-masing merupakan eksportir terbesar keempat dan kelima, juga kehilangan pangsa pasarnya dibandingkan Indonesia pada tahun 2023. Amerika Serikat, eksportir terbesar keenam, sedikit memperoleh pangsa global.

Sementara itu, Tiongkok adalah tujuan utama batu bara Indonesia, bersama dengan Hong Kong. Jumlah batu baranya mencapai 183 juta ton hingga bulan Oktober atau sekitar 44% dari total ekspor Indonesia.

Angka tersebut meningkat 33% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2022 dan menggambarkan peningkatan aktivitas industri Tiongkok pada tahun 2023 dibandingkan dengan tingkat permintaan yang terhambat akibat COVID pada tahun lalu.

Kemudian India merupakan pembeli batu bara Indonesia terbesar kedua, menguasai sekitar 20% dari total pembeli batu bara India. Filipina merupakan pasar terbesar ketiga dengan pangsa 7,2% atau sebanyak 30 juta ton. kbc10

Bagikan artikel ini: