Bincang Millenial dan Student Summit 2023, Upaya BI Jatim Tumbuhkan Cinta Rupiah

Senin, 27 November 2023 | 02:41 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia Jawa Timur berkomitmen menanamkan rasa cinta dan bangga kepada rupiah. Salah satu yang dilakukan adalah dengan menggelar Bincang Millenial dan Student Summit 2023 yang diikuti oleh sekitar 800 peserta, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi hingga perbankan dan umum.

Bincang Millenial dan Student Summit 2023 adalah rangkaian dari kegiatan "Amazing Rupiah

Festival 2023 yang digelar sejak 1 Oktober hingga akhir November 2023.

"Langkah ini dalam rangka untuk berkontribusi dalam meningkatkan semangat kepahlawanan, semangat cinta tanah air diantara kita semua, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Tentunya melalui Bincang Millenial dan Student Summit ini bisa menjadi salah satu cara agar anak-anak semakin cinta kepada rupiah," ungkap Kepala Kanwil BI Jatim, Doddy Zulverdi disela kegiatan "Bincang Milenial dan Student Summit 2023" yang digelar di Grand City Surabaya, Minggu (26/11/2023).

Sejauh ini, uang yang dirancang BI sudah mencerminkan sebagian kekayaan bangsa indonesia, kekayaan adat istiadat, tari-tarian dan juga ada unsur kepahlawanan. Karena foto yang muncul di cetakan uang adalah pahlawan dari seluruh Indonesia. Sehingga dibalik selembar uang kertas dan sekeping uang logam rupiah ada banyak cerita kepahlawanan, ada cerita budaya, cerita kebhinekaan Indonesia," katanya.

Ia juga berharap, dengan cara terus mendorong semuanya untuk semakin bangga dan paham dengan rupiah, maka seseorang bisa berkontribusi dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah diperjuangkan oleh pendahulu Bangsa Indonesia. "Ini adalah sedikit kontribusi bank Indonesia dan dunia perbankan untuk terus gerakkan semangat jiwa kepahlawanan di Jatim," ujar Doddy.

Ada beberapa rangakaian kegiatan yang telah dilakukan selama kegiatan "Amazing Rupiah

Festival 2023. Pertama adalah kegiatan peduli koin. "Saya sangat bangga karena ternyata antusias pelajar pada Gerakan Peduli Koin ini sangat luar biasa. Hanya dalam sebulan, ada sekitar 50 Sekolah Dasar yang mengikuti. Dan dalam jangka waktu singkat telah terkumpul uang koin sekitar Rp 500 juta.

'Kami sangat berterimakasih untuk semangat pada guru dan anak-anak untuk mengumpulkan uang koin yang selama ini tersimpan di rumah, di kendil atau di laci dan tidak dipakai. Sehingga uang itu kemudian tidak dipakai berputar untuk digunakan transaksi," terangnya.

Dengan masuknya uang koin, sekitar Rp 500 juta bermanfaat masuk menjadi penambah tabungan dan oleh perbankan bisa diputar, digunakan untuk transaksi pembayaran. Gerakan peduli koin ini penting sekali karena fakta selama ini, bahwa Bank Indonesia yang ditugaskan oleh negara dalam mencetak dan mengedarkan uang supaya diputar di negeri ini adalah uang yang layak, jangan ada yang lusuh, jangan ada yang tidak dikenali, dan kemudian tidak mudah dipalsukan.

Faktanya tidak berputar juga karena banyak pada pelaku ekonomi, para pelaku usaha, pedagang ritel yang merasa kesulitan mendapatkan uang logam. Sehingga ini menjadi kritikal untuk semuanya untuk mendorong agar uang koin berputar, Bank Indonesia hanya membantu anak-anak untuk semangat menabung bagi BI tetapi juga membuat transaksi ekonomi menjadi efisien.

Selian kegiatan Peduli Koin 2023, Bank Indonesia juga mengadakan kegiatan edukasi Cinta Bangga Rupiah (CBR). Menurut Doddy, rasa cinta ini sangat penting agar bisa merawatnya. "Bagaimana kita bisa merawat yang kita miliki kalau kita tidak cinta dengan apa yang kita miliki. Oleh karena itu dalam cinta rupiah ini kita semua diajak bagaimana mengetahui, bagaimana kita merawat dab bagaimana kita memperlakukan uang agar tidak mudah rusak, tidak mudah dipalsukan, dan bisa bertahan," tandanya.

Doddy juga sempat menceritakan tentang tim ekspedisi rupiah ke pulau Terluar Terdalam dan Terpencil (3T) yang berupaya memenuhi kebutuhan uang masyarakat terpencil dan memberikan layanan penukaran uang tidak layak edar.

Masyarakat harus bangga rupiah dinyatakan menjadi mata uang satu-satunya di Indonesia. Ini dijelaskan dalam UUD 45. Rupiah adalah tanda kedaulatan Indonesia dan perjuangan para pahlawan pendahulu.

"Nah, salah satu cara kita dari Bank Indonesia adalah memastikan rupiah ini betul-betul menjadi tuan rumah di negeri kita. Jangan sampai karena kita tidak bangga dengan rupiah, kemudian kita menggunakan mata uang lain dalam bertransaksi di dalam negeri. Jangan sampai kita membiarkan mata uang lain digunakan dalam kegiatan ekonomi kita," tegasnya.

Doddy juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah kehilangan dua pulau di daerah Kalimantan Selatan, daerah perbatasan dengan Malaysia, yaitu Pulau Ligitan dan Pulau Sipadan.Kedua pulau itu juga perebutkan dengan Malaysia dan akhirnya Indonesia kalah. Dua pulau itu kemudian hilang dan tidak lagi menjadi bagian dari NKRI.

"Salah satu dari alasan yang menyebabkan kita kehilangan dua pulau itu adalah karena ketika lembaga internasional yang melakukan verifikasi siapa yang berhak atas pulau itu, mereka kemudian menemukan bahwa di dua pulau itu alat transaksi bukan rupiah tetapi ringgit Malaysia. Itu sangat menyulitkan kita dalam mempertahankan atau berargumentasi bahwa dua puluh ini adalah Indonesia," terangnya panjang lebar.

Oleh karena itu, jangan sampai kedaulatan Indonesia terganggu atau bahkan terpecah-pecah hanya karena tidak bangga dan tidak mau menggunakan Rupiah. Rupiah adalah alat bayar atau transaksi.

"Kita harus paham bagaimana menggunakan uang rupiah dengan bijak dan jangan sampah kita punya uang, kita gunakan foya-foya. Padahal kita belum tahu masa depan kita. Jadi Kita perlu paham rupiah ini bagaimana menggunakannya dengan bijak. Kita harus banyak menabung supaya uang, kita gunakan untuk mas depan. Kita juga harus bijak saat belanja, kalau belanjaan kita cukup sekian, maka tidak usah beli lebih banyak dari kebutuhan," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: