Kemendag Pertimbangkan Naikkan HET Minyakkita Jadi Rp15 Ribu

Kamis, 30 November 2023 | 17:07 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) mempertimbangkan untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng pemerintah, yang dikenal sebagai Minyakita.

Kenaikan ini diusulkan sebesar Rp 1.000, sehingga HET Minyakita akan naik dari Rp 14 ribu per liter menjadi Rp 15 ribu per liter. Namun, Kemendag masih akan mentoleransi pedagang jika menjual dengan harga Rp 14.500 per liter.

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan menyatakan, peningkatan HET Minyakita masih perlu dibahas lebih lanjut dalam rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

"Ya memang Rp 14 ribu mestinya, karena memang seharusnya mengikuti perkembangan inflasi. Tapi kami belum memutuskan, masih harus rapat Menko Perekonomian dulu. Jadi sementara Rp 14 ribu sampai Rp 14.500 masih ditoleransi," jelas Zulhas, sapaan akrabnya, di Pasar Senen, Jakarta, Kamis (30/11/2023).

Pada kesempatan itu, Zulhas memantau harga bahan pokok menjelang akhir tahun, menjelang Natal dan tahun baru. Harga minyak goreng kemasan rakyat dengan merek Minyakita di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat, terpantau dijual dengan harga Rp15 ribu per liter. Padahal, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 41/2022 HET Minyakita ditetapkan Rp 14 ribu per liter.

Ronni, salah seorang pedagang di Pasar Senen Blok III mengaku dirinya menjual Minyakita dengan harga Rp 15 ribu per liter. "Padahal memang sebelumnya Rp14 ribu per liter, tapi karena dari sananya sudah mahal, ya mau nggak mau," kata Ronni.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Isy Karim tak menampik memang saat ini harga rata-rata nasional Minyakita sudah di Rp 15.030 per liter. Namun, menurut Isy, pedagang masih ada yang menjual Rp 14 ribu per liter.

"Jadi memang di pasar-pasar kan ada perbedaan, tapi rata-rata nasional memang sudah Rp15.030 per liter untuk Minyakita. Jadi aman, karena masih ada yang Rp 14 ribu (per liter)," ujar Isy.

Isy menjelaskan, penyebab alasan pedagang yang menjual Minyakita di harga Rp 15 ribu per liter, karena pedagang tersebut membeli Minyakita dari tangan kedua, atau bukan dari agen resminya, sehingga ada sedikit perbedaan harga dengan yang semestinya dijual. "Karena mereka memperolehnya bukan dari agen resmi, biasanya dari tangan kedua. Jadi agak naik sedikit dibanding HET," jelasnya.

Meski demikian, Isy mengatakan, pihaknya akan memberikan toleransi sedikit kepada para pedagang yang menjual Minyakita dengan harga di atas HET. Sepanjang harga tersebut masih tidak terlalu jauh dari HET yang ditetapkan pemerintah.

"Bukan nggak apa-apa (naikin harga di atas HET), tapi bisa ditoleransi sepanjang tidak terlalu tinggi, kan kalau mau kita lakukan penegakan hukum ke pedagang-pedagang gitu kan kasihan," ujarnya. kbc11

Bagikan artikel ini: