Aksi Mogok Kerja Terkait UMP, Apindo: Rugikan Pekerja Sendiri

Jum'at, 1 Desember 2023 | 08:30 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyayangkan aksi mogok kerja ratusan buruh yang berlangsung Kamis (30/11/2023).

Menurut Ketua Bidang Ketenagakerjaan, Apindo, Bob Azam, aksi mogok kerja ini sejatinya akan merugikan pekerja itu sendiri. Terlebih, jika aksi ini sampai mengganggu keberlangsungan usaha yang artinya, para pekerja juga akan terancam kehilangan pekerjaan mereka sendiri. 

"Ujung-ujungnya kan anak-anak kita juga yang akan susah dapat kerja. Mestinya ini juga jadi perhatian," kata Bob dikutip, Kamis (30/11/2023).

Bob bilang, penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) hanya sebagai acuan untuk upah terendah bukan upah efektif. Untuk itu terkait penetapan upah efektif seharusnya dapat dilakukan dialog antara pekerja dan pemberi kerja.

"Jadi demo ini salah alamat dan lebih menyerupai upaya politisasi buruh," jelas Bob.

Sebelumnya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja (KSPI), Said Iqbal menegaskan aksi mogok hari ini dilakukan serempak di berapa kota industri di berbagai daerah dan diprediksi akan diikuti ratusan ribu pekerja. Adapun tuntutanya adalah menolak penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) di bawah 15%.

Khusus untuk wilayah DKI Jakarta aksi ini akan dilakukan di dua titik yaitu Kawasan Industri Pulo Gadung dan Balaikota dengan melibatkan 50 ribu buruh.

"Hari ini akan menjadi penentu bagi perjuangan kaum buruh, untuk memastikan perjuangan tersebut, maka para buruh di seluruh Indonesia akan melakukan aksi Mogok Nasional Awalan," kata Said Iqbal dalam keterangannya, Kamis (30/11/2023). 

Selain itu, dalam aksi ini juga menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) mencapai 10 - 14,2%. 

Said mengancam aksi mogok kerja nasional ini akan terus berlanjut sampai pemerintah daerah mengabulkan permohonanya. Pihaknya juga mengancam dengan aksi ini berbagai industri lumpuh tidak bisa beroperasi. kbc10

Bagikan artikel ini: