Resmikan Pabrik Baru di Nganjuk, Moorlife Targetkan Jadi Perusahaan Plastic Ware Terbesar di Asia

Senin, 4 Desember 2023 | 20:07 WIB ET

NGANJUK, kabarbisnis.com: Moorlife Indonesia, brand premium plastic ware 100% buatan Indonesia meresmikan pabrik kedua dan terbesarnya yang berlokasi di Nganjuk, Jawa Timur. Langkah ini sebagai bukti nyata komitmen Moorlife untuk menjadikan Indonesia lebih bangga dengan kualitas produk buatan dalam negeri.

Dalam sambutannya, Founder & President Moorlife Hermanto Tanoko menegaskan komitmen Moorlife untuk terus berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ekonomi Indonesia melalui optimalisasi perdagangan produk plastik premium di dalam negeri dan mancanegara. Ia juga menargetkan, dalam kurun waktu lima tahun mendatang, Moorlife akan menjadi perusahaan plastic ware premium terbesar di Asia.

"Tahun 2023, total omset domestik dan ekspor Moorlife sudah menjadi perusahaan direct selling plastic ware premium dan terbesar di Indonesia. Dengan kapasitas yang baru 30 %, kami sudah menjadi yang terbesar. Target kami 5 tahun kedepan, setelah beroperasi 100% untuk mencapai omset 3 kali lebih besar, Moorlife akan menjadi perusahaan direct selling di tingkat Plastic ware premium kelas tinggi terbesar di Asia," tegas Hermanto Tanoko saat meresmikan pabrik Moorlife di Nganjuk, Senin (4/12/2023).

Ia juga optimistis bisa melaksanakan Penawaran Umum Perdana Saham atau  Initial Public Offering (IPO) saat target tersebut tercapai. "Tentu jika sudah mencapai target ini, sesuai dengan komitmen saya, Moorlife akan kami IPO-kan menjadi perusahaan publik sehingga bisa dimiliki oleh para CEO, para master leader dan juga seluruh enterpreneur Moorlife di Indonesia, Filipina dan mancanegara," tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa pabrik terbesar Moorlife ini dioperasikan oleh MMM Plastic yang juga menaungi produksi untuk berbagai merek plastik lainnya. Pabrik dirancang dengan teknologi terkini dan memiliki kapasitas produksi yang besar. Investasinya mencapai Rp 450 miliar dengan luas bangunan 30.000 m2, 60 mesin injection dengan kapasitas produksi sebesar 10.000 ton per tahun.

Pabrik ini juga mempekerjakan lebih dari 350 karyawan untuk memenuhi permintaan 350 enterpreneur moorlife di pasar domestik dan ratusan ribu enterpreneur global yang semakin meningkat.

Pada Agustus tahun lalu, Moorlife melakukan ekspor ke Filipina dengan muatan senilai Rp 50 miliar. Tidak hanya ke Filipina, Moorlife juga melakukan ekspor ke Malaysia dan Singapura, serta aktif ikut pameran di negara lain, seperti Madagaskar, Nigeria, Republik Chili, Rusia, Hong Kong dan Vietnam.

"Ini akan menambah pendapatan devisa negara Indonesia. Apabila kapasitas produksi dirasa masih kurang, kami masih memiliki total lahan 40 hektar di samping dan di belakang pabrik untuk support Moorlife. Tetapi sayang dari 40 hektar, ada sekitar 30 hektar yang tiba-tiba peruntukannya berubah. Sebelumnya adalah daerah abu-abu untuk industri, sekarang telah diubah menjadi daerah hijau. Saat ini kami dalam proses pengurusan kembali menjadi daerah industri agar kami dapat memperluas industri di Nganjuk. Tentu ini untuk mengembangkan perekonomian daerah Ngajuk, Jatim dan Indonesia," kata Hermanto Tanoko.

Selain merayakan pembukaan pabrik terbesar, pada kesempatan tersebut Moorlife juga memberikan kado positif kepada masyarakat Indonesia lewat diluncurkannya "Tumbler Penyemangat Moorlife" karena misi Moorlife untuk berbagi semangat ke setiap rumah dan berkontribusi nyata untuk indonesia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Iwan mengatakan bahwa keberadaan pabrik ini akan menguatkan lagi perekonomian Jatim. "Bahwa pertumbuhan ekonomi makro Jatim saat ini sangat progresif, tumbuh diangka 4,8% yoy dan ini merupakan kekuatan kedua setelah Jakarta. Pertumbuhan ekonomi Jatim mampu menyumbang 14% PDB nasional dan mampu menyumbang 25% terhadap PDRB di pulau Jawa," kata Iwan.

Pada tahun 2022, Jatim devisit ekspor sebesar Rp 133 triliun tetapi terhadap ekspor antar provinsi tumbuh Rp 330 triliun. "Ini adalah sumber kekuatan besar Jatim dan posisi Jatim sangat strategis di wilayah Indonesia Timur. Tetapi ketika melihat data skrg, pertumbuhan ekspor Jatim sangat luar biasa, triwulan III/2023 tumbuh 6% dan nilai perdagangan juga tumbuh 4-6%. Ini adalah sebuah optimisme Jatim dalam pertumbuhan ekonomi di akhir tahun. Tentunya optimisme ini dikaitkan juga dengan pembukaan pabrik ini. Mudah-mudahan Ngajuk akan menjadi area pertumbuhan ekonomi baru," ujar Iwan.

Saat ini, lanjutnya, Jatim tengah fokus pada pengembangan 10 kawasan industri baru salah satunya Nganjuk, Madiun, Ngawi, Banyuwangi, Madura dan beberapa wilayah kawasan industri yang tentunya menjadi percepatan di dalam ekonomi Jatim.

Sementara pertumbuhan ekonomi Jatim saat ini ditopang oleh 3 sektor, yaitu sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar 30%, sektor industri perdagangan 18%, dan pertanian 11%. "Area industri pengolahan yang telah mencapai 30 %. Ini merupakan sebuah kekuatan ekonomi luar biasa. Presiden telah mencanangkan di tahun 2045 industri pengolahan diatas 30%. Jatim saat ini telah mencapai 31%," ujarnya

Deputi Bidang Kordinasi Perniagaan dan Industri Ali Murtopo Simbolon juga mengatakan bahwa pihaknya ditugaskan secara khusus untuk cari produk-produk yang siap dikembangkan ekspornya. "Saat ini sudah diidentifikasi seusai arahan presiden untuk non tradisional market kita coba kembangkan. Moorlife sudah masuk pasar Afrika, salah satu non tradisional market yang kita coba kembangkan, juga di Amerika Selatan. Ini akan jadi fokus kita di tahun depan," kata Ali Murtopo Simbolon

"Tugas kita menuju Indonesia emas 2045, dibutuhkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6-7 %. Dan income per kapita yang saat ini di US$ 5.000 harus didorong ke US$ 30.000. Itu syarat mutlak. Jadi peran Moorlife sangat dibutuhkan untuk mengembangkan 1 juta enterpreneur. Kalau sudah didapat bisa dikembangkan lagi menjadi 2 juta. Dan ini adalah syarat agar income per kapita naik," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk Nur Sholekan berharap kerjasama yang telah terjalin dengan baik bisa terus dilanjutkan karena angka tenaga kerja Nganjuk masih cukup tinggi yang belum memiliki pekerjaan.

"Sehingga kami menjalin koordinasi dengan perusahaan-perusahaan untuk bisa menerima tenaga kerja lokal yang ada di Ngajuk untuk bisa bekerja di sini. Tentunya dengan investasi seperti ini, Pemerintah daerah berharap pertumbuhan ekonomi di kab Nganjuk yang saat ini masih ada di bawah pemprov, yaitu sebesar 4,2% bisa terus terangkat. Sementara provinsi sudah 5,8%. Ini sesuatu yang cukup membuat harapan baru di kabupaten Nganjuk," kata Nur Sholekan.

Saat ini wilayah Ngajuk sebelah Utara cukup banyak berdiri industri-industri, yang memang diperuntukkan untuk Kawasan Peruntukan Industri (KPI). "Kami juga akan tetap pada komitmen kami bantu investor masuk di kabupaten Nganjuk baik perijinan dan semuanya akan kami koordinasikan dengan baik supaya kedepan kabupaten Nganjuk bisa cepat berkembang dan maju, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) kabupaten Nganjuk," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: