Tenaga Kerja Pertanian Indonesia Didominasi Generasi Tua

Senin, 4 Desember 2023 | 20:33 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa usaha tani perorangan (UTP) didominasi generasi X dengan rentang usia 43-58 tahun. Jumlahnya mencapai 42,39% dari total usaha pertanian di Indonesia yang mencapai 29,36 juta.

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto menuturkan, berdasarkan hasil sensus yang dilakukan sejak Juni-Juli 2023, diketahui terjadi ketimpangan komposisi petani. Jumlah petani berusia lanjut mengalami peningkatan di saat jumlah petani muda mengalami penurunan.

"Kalau temanya kedaulatan pangan, mungkin ini nanti bisa menjadi bahan kebijakan karena petani kita ternyata masih dipenuhi atau masih banyak yang umurnya relatif sudah sepuh, lebih dari 55 tahun. Kondisi petani di Indonesia jadi 55 tahun ke atas mengalami proporsi penambahan, petani yang berusia 44 tahun ke bawah proporsinya menurun," ujar Atqo dalam acara diseminasi Hasil Sensus Pertanian 2023 tahap 1, Jakarta, Senin (4/12/2023).

BPS mencatat, jika dilihat dari jumlah sebaran petani berdasarkan generasi, dari 29,36 juta unit usaha pertanian, paling banyak dikelola oleh generasi X (43-58 tahun) yakni sebanyak 42,39%. Sementara generasi Z(11-26 tahun) menjadi yang paling sedikit, yakni hanya 2,14%.

Jika dibandingkan dengan data hasil sensus pertanian 10 tahun yang lalu,jumlah petani berusia antara 55-64 tahun mengalami peningkatan paling signifikan yakni 20,01% pada 2013 menjadi 23,20% pada 2023. Sedangkan, jumlah petani berusia antara 35-44 tahun mengalami penurunan paling signifikan yakni dari 26,34% pada 2013 menjadi 22,08% pada 2023.

"Jadi yang di atas 55 tahun justru mengalami kenaikan, yang di bawah 44 tahun mengalami penurunan.Secara umum sebagian besar pengelola UTP di Indonesia berumur 45 tahun ke atas," kata Atqo.

Bukan hanya didominasi tenaga kerja yang sudah menua, Plt. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut, petani di Indonesia mayoritas hanya menempuh pendidikan hingga Sekolah Dasar (SD). Menurutnya, hal itu berpengaruh pada rendahnya produktivitas di sektor pertanian.

"Rendahnya produktivitas di sektor pertanian salah satunya juga dikontribusikan karena tenaga kerja pertanian atau mayoritas hanya menamatkan pendidikan Sekolah Dasar," kata Amalia.

BPS mencatat, kata Amalia, total petani yang menamatkan pendidikan hingga SD berjumlah 75% dari total tenaga kerja pertanian. Selain tingkat pendidikan,

Amalia menyebut, tantangan selanjutnya di sektor pertanian adalah usia petani yang mayoritas lebih dari 45 tahun. Berdasarkan catatan BPS, 58% petani di Indonesia berusia lebih dari 45 tahun. kbc11

Bagikan artikel ini: