Siap Beroperasi Awal 2024, Menhub Kebut Bandara Dhoho Kediri

Sabtu, 9 Desember 2023 | 08:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menargetkan Bandara Internasional Dhoho Kediri bisa beroperasi komersial pada awal tahun depan. Saat ini Ditjen Perhubungan Udara tengah melakukan proses kalibrasi bandara tersebut.

Kalibrasi adalah tahap awal dari assesment suatu bandara, yang akan dilanjutkan dengan sejumlah assessment lainnya terkait keselamatan dan keamanan penerbangan.

Budi menjelaskan, pada pekan depan akan dilakukan pra operasi Bandara Dhoho dengan mengadakan tes take off landing beberapa pesawat.

Adapun setelah seluruh penilaian selesai, pihaknya akan mengeluarkan rekomendasi yang akan ditindaklanjuti oleh pihak pengelola bandara.

Setelah semua rekomendasi ditindaklanjuti, langkah selanjutnya adalah pengajuan dari pihak maskapai untuk melayani penerbangan dari dan ke Bandara Dhoho. Kemudian, akan ditetapkan maskapai serta rutenya oleh Kemenhub.

"Bandara Dhoho ditargetkan bisa beroperasi secara komersial pada akhir Januari atau Februari 2024," tutur Budi dikutip dari keterangan resmi, Jumat (8/12/2023).

Dia pun berharap peran aktif pemerintah daerah di Kediri untuk turut mempromosikan keberadaan Bandara Dhoho. Budi meyakini bandara itu akan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata Kediri.

Menurutnya, Jawa Timur adalah provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia. Wilayah tersebut pun membutuhkan bandara di sisi selatan.

"Apa yang dibangun ini sangat signifikan, dengan runway sepanjang 3300 meter dan lebar 45 meter yang dapat didarati segala jenis pesawat," ujar Budi.

Bandara Dhoho, kata dia, juga potensial untuk melayani penerbangan umrah dan haji. Budi pun akan memberikan izin penerbangan Umroh dan Haji di bandara tersebut.

Dia juga mengatakan, di sekitar bandara sudah memiliki fasilitas penunjang, seperti hotel dan fasilitas lainnya.

Lebih lanjut, Budi memberikan apresiasi kepada PT Surya Dhoho Investama (SDHI), anak usaha dari PT Gudang Garam, yang telah berinvestasi untuk membangun Bandara Dhoho Kediri, dengan total investasi mencapai Rp13 triliun.

Budi menuturkan, ini adalah proyek Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) unsolicited (pemrakarsa dan pendanaan dari pihak swasta/non APBN) pertama di Indonesia.

"Ini adalah satu contoh bahwa Indonesia memiliki pihak swasta yang punya komitmen untuk membangun konektivitas di Indonesia. Ini juga bisa jadi contoh swasta yang lain untuk berinvestasi di bandara," kata dia.

Pada tahap awal, saat ini Bandara Dhoho memiliki kapasitas terminal 1,5 juta penumpang per tahun. Pembangunan tahap dua, kapasitas akan meningkat mencapai 4,5 juta penumpang per tahun.

Sementara, kapasitas ultimate mencapai 10 juta penumpang per tahun. Nantinya, Bandara Dhoho kediri akan dikelola oleh PT Angkasa Pura I (AP I). kbc10

Bagikan artikel ini: