Penjualan Mobil Lesu, Target 1,05 Juta Bakal Meleset?

Senin, 11 Desember 2023 | 08:47 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penjualan mobil domestik sepanjang Januari-November 2023 mengalami penurunan, baik secara wholesales maupun retail. Kondisi itu membuat target penjualan tahun ini sebanyak 1,05 juta unit pun terancam tidak tercapai.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales mencapai 920.758 unit sepanjang Januari-November 2023, turun 2,3% secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 942.686 unit.

Kemudian, penjualan secara retail tercatat mencapai 908.343 unit, turun 0,1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 909.691 unit.

Ketua I Gaikindo Jongkie D. Sugiarto mengatakan, penurunan penjualan mobil domestik dipengaruhi oleh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) menjadi 6%. Selain itu, adanya perlambatan pada pertumbuhan perekonomian juga mengindikasikan lemahnya daya beli.

Langkah BI yang mengerek suku bunga acuannya 25 basis poin (bps) menjadi 6% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) 18 Oktober 2023 dan 19 Oktober 2023 turut berimbas terhadap meningkatnya suku bunga kredit leasing.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan perekonomian pada kuartal III/2023 mencapai 4,94% yoy. Hal ini berarti pertumbuhan perekonomian mengalami penurunan setelah konsisten berada di level 5% selama 8 bulan terakhir.

Adanya kondisi ini membuat target penjualan 1,05 juta unit sampai akhir 2023 kian sulit tercapai. Pasalnya, untuk mencapai target tersebut penjualan pada Desember 2023 harus mencapai minimal 129.242 unit.

"Kemungkinan agak susah untuk dicapai, tapi mudah-mudahan bisa di atas angka 1 juta unit," ujar Jongkie seperti dikutip, Minggu (10/12/2023).

Pada November 2023, penjualan mobil secara wholesales mencapai 84.432 unit, naik 5,1% dibandingkan Oktober 2023 yang mencapai 80.338 unit. Untuk penjualan secara retail tercatat menembus angka 82.719 unit pada November 2023, naik 4,1% dibandingkan Oktober 2023 sebanyak 79.425 unit.

Toyota dan Daihatsu yang merupakan dua merek berada di bawah naungan PT Astra International Tbk. (ASII) masih mendominasi penjualan sepanjang Januari-November 2023. Penjualan wholesales dari Toyota mencapai 304.736 unit sepanjang Januari-November 2023 dengan pangsa pasar 33,1%.

Untuk penjualan pada November 2023 mencapai 30.916 unit, naik 12,67% dibandingkan September 2023 sebanyak 27,438 unit. Berikutnya, penjualan Daihatsu secara wholesales pada Januari-November 2023 mencapai 175.195 unit dengan pangsa pasar 19%. Namun, penjualan November 2023 dengan angka 13.545 unit turun 3,92% dibandingkan Oktober 2023 sebanyak 14.099 unit.

Di bawah kedua entitas ASII tersebut, ada Honda yang penjualan secara wholesales mencapai 130.544 unit sepanjang Januari-November 2023 dengan pangsa pasar 14,2%. Penjualan pada November 2023 pun mencapai 10.599 unit, turun 1,21% dibandingkan Oktober 2023 sebanyak 11.938 unit.

Urutan keempat ada Suzuki yang berada di bawah naungan PT Indomobil Tbk. (IMAS) dengan penjualan wholesales 73.655 unit dan pangsa pasar 8%. Pada November 2023, penjualan mencapai 7.125 unit, naik 18,94% dibandingkan Oktober 2023 sebanyak 5.990 unit.

Selanjutnya, ada Mitsubishi dengan penjualan wholesales mencapai 71,086 unit sepanjang Januari-November 2023 dan pangsa pasar mencapai 7,7%. Penjualan merek asal Jepang ini pada November mencapai 6.931 unit, naik 13,2% dibandingkan Oktober 2023 sebanyak 6.016 unit.

Berada di urutan enam terdapat merek asal Korea Selatan, yakni Hyundai dengan penjualan sebanyak 32.592 unit dan pangsa pasar 3,5% sepanjang Januari-November  2023. Penjualan Hyundai pada November 2023 mencapai 3.055 unit, naik 0,75% dibandingkan Oktober 2023 sebanyak 3.032 unit. kbc10

Bagikan artikel ini: