Mendag Ingatkan TikTok Shop Cs Wajib Patuhi Permendag No. 31 Tahun 2023

Senin, 11 Desember 2023 | 18:09 WIB ET
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan memerintahkan TikTok Shop menaati aturan terkait penjualan di e-commerce. Hal itu disampaikan merespons resminya kerja sama TikTok dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk yang sebelumnya ditutup pada 4 Oktober 2023.

Dalam Permendag Nomor 31 Tahun 2023 Tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, e-commerce harus dipisah dengan media sosial. Karena itu, Mendag meminta TikTok tidak membuka layanan e-commerce berada dalam aplikasi TikTok.

"Sebenarnya boleh saja (TikTok Shop buka lagi, red) tapi ya buka izin sendiri (toko terpisah dari aplikasi TikTok). Kalau toko langsung (di aplikasi TikTok) itu tidak bisa," ujar Zulhas, sapaan akrabnya di Jakarta, Senin (11/12/2023).

Berdasarkan surat yang dikirim manajemen TikTok kepada mantan mitranya pelanggan dapat kembali berbelanja di TikTok melalui fitur belanja atau "Shop Tab" pada Selasa (12/12/2023). Mendag mengaku sejauh ini manajemen TikTok dan manajemen Tokopedia belum berkomunikasi dengan Kementerian Perdagangan berkenaan pembukaan layanan TikTok Shop.

Mendag mengatakan, pihaknya mendapat keluhan dari sejumlah pelaku UMKM dan beberapa influencer yang mendatangi dirinya. Mereka mengeluh hampir dua bulan tidak berjualan, bahkan sempat berjualan di platform e-commerce lain namun tidak mendulang keuntungan sebanyak saat berjualan di TikTok.

"Ini saya kedatangan teman-teman influencer yang dulu bersama TikTok. Mereka menyampaikan sudah hampir dua bulan enggak bisa jualan. Pindah ke platform lain tapi belum beruntung," ungkapnya.

Karena itu, Zulhas pun berharap dengan kembali beroperasinya TikTok dengan Tokopedia, maka dapat menjadi jalan keluar untuk menguntungkan banyak pihak, yakni platform belanja online lokal atau Tokopedia, pelaku UMKM, dan TikTok. "Ini menjadi perhatian kami, jadi kita cari jalan agar semua menguntungkan. Untuk Indonesia, keberadaan platform digital menguntungkan teman-teman. Kita juga berharap dengan platform digital, kita bisa menyerbu pasar internasional, bisa go global," ujar Zulhas.

Sejalan dengan rencana beroperasinya TikTok Shop, Zulhas juga bilang, pihaknya saat ini sedang menata persiapan tersebut. Sementara itu, mengenai aturan dan pengawasan terkait operasional TikTok dan Tokopedia, dia belum bisa menyampaikan lebih rinci.

"Kita tata dan mudah-mudahan satu sampai dua hari ini sudah selesai. Saya kira, teman-teman (UMKM) besok sudah bisa jualan lagi mudah-mudahan. Itu saja, sampai besok di sini ada acara, besok tunggu lagi," pungkasnya.

Seperti diketahui, TikTok pada hari ini telah mengumumkan secara resmi mengenai kerja samanya dengan Tokopedia, yang memiliki nilai investasi mencapai US$1,5 miliar atau Rp 23,27 triliunr dalam jangka panjang. kbc11

Bagikan artikel ini: