Gelar Pameran Perdagangan di Hong Kong, HKTDC Gaet Pelaku Usaha di Surabaya

Kamis, 14 Desember 2023 | 15:10 WIB ET
Regional Director, South East Asia & South Asia HKTDC, Ronald Ho (berdiri) saat pemaparan pameran HKTDC, di Surabaya, Kamis (14/12/2023).
Regional Director, South East Asia & South Asia HKTDC, Ronald Ho (berdiri) saat pemaparan pameran HKTDC, di Surabaya, Kamis (14/12/2023).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Hong Kong Trade Development Council (HKTDC) kembali menggelar sejumlah pameran internasional di Hong Kong pada awal tahun 2024. Sebagai negara yang telah menjalin hubungan bilateral dengan pemerintah Hong Kong, Indonesia menjadi salah satu perhatian.

Untuk itu, HKTDC mengajak para pelaku usaha di Indonesia untuk ikut memanfaatkan ajang pameran tersebut untuk mengumpulkan informasi pasar atau bisnis terbaru dan membentuk kemitraan untuk mengembangkan bisnis bagi para perusahaan.

Regional Director, South East Asia & South Asia HKTDC, Ronald Ho mengatakan, pihaknya akan menggelar sepuluh pameran perdagangan internasional pada awal tahun 2024 di Hong Kong. Ajang ini menawarkan platform yang ideal bagi para pengusaha dan pemasok dari Indonesia untuk mengembangkan bisnis mereka ke pasar-pasar baru.

"Kami berharap dapat menyambut lebih banyak pelaku usaha di Indonesia termasuk Surabaya untuk menjajaki peluang bisnis dan memasuki pasar global melalui pameran HKTDC. Kami mendorong semua pembeli, distributor dan peritel dari Indonesia untuk datang ke Hong Kong untuk mencari kebutuhan mereka dan memperluas jaringan," katanya pada press conference HKTDC bersama Kadin dan Hipmi Surabaya, Kamis (14/12/2023).

Pameran-pameran yang akan digelar HKTDC di 2024 diantaranya: HKTDC Hong Kong Toys & Games Fair (8-11 Januari), HKTDC Hong Kong Baby Products Fair (8-11 Januari), Hong Kong International Stationery & School Supplies Fair (8-11 Januari), HKTDC Hong Kong International Diamond, Gem & Pearl Show (27 February - 2 Maret), HKTDC Hong Kong International Jewellery Show (29 February - 4 Maret), HKTDC Hong Kong International Lighting Fair (Spring Edition) (6-9 April), HKTDC Smart Lighting Expo (6-9 April), HKTDC Hong Kong Electronics Fair (Spring Edition) (13-16 April), InnoEX (13-16 April), Home InStyle (20-23 April), Fashion InStyle (20-23 April), HKTDC Hong Kong Gifts & Premium Fair (27-30 April), dan Hong Kong International Printing & Packaging Fair (27-30 April).

Dipaparkan Ronald, sejak Februari 2023 lalu, HKTDC telah mengadakan 24 pameran dagang internasional di Hong Kong, dimana berhasil menarik lebih dari 400.000 pembeli dan peserta pameran dari 199 negara dan regional, yang memperkuat status Hong kong sebagai pusat perdagangan, konvensi, dan pameran terkemuka.

"Indonesia sendiri adalah mitra dagang terbesar ke-25 bagi Hong Kong. Hingga Oktober 2023, total nilai perdagangan antara kedua tempat tersebut mencapai US$3.86 miliar. Di mana, Indonesia merupakan pasar ekspor utama ke-24 bagi Hong Kong dengan total nilai ekspor sebesar US$1.82 miliar dan sumber impor terbesar ke-21 dengan nilai impor sebesar US$2 miliar," papar Ronald Ho.

Di tempat yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya, M Ali Affandi LNM mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah HKTDC datang ke Indonesia bahkan jemput bola ke Surabaya untuk menggandeng pelaku usaha untuk memanfaatkan pameran yang bisa mendorong pengembangan bisnis.

"Biasanya mereka hanya ke Jakarta. Tapi ini perlu diapresiasi karena HKTDC mau jemput bola ke Surabaya. Artinya mereka tahu potensi yang ada di Jawa Timur dan Surabaya. Tentu ini akan bisa menjadi hub bagi pelaku usaha di Indonesia Timur," jelasnya.

Dikatakan Mas Andi, sapaan akrabnya, Hong Kong memiliki even-even pameran perdagangan yang berskala internasional dan banyak menjadi jujugan perusahaan dan buyer dari berbagai negara. Hal itu bahkan telah menjadi agenda rutin.

"Jadi harapan saya pelaku UMKM di Surabaya dan Jawa Timur bisa terkurasi dengan ikut pameran ini, apalagi dengan bimbingan dari Kadin Jatim. Teman-teman Hipmi dan pelaku usaha lain juga diharapkan bisa memanfaatkan even ini," tandasnya.

Ditambahkan Mas Andi, banyak produk Indonesia termasuk di Surabaya yang sudah memenuhi standar internasional, seperti sepatu, fesyen, merchandise hingga makanan dan minuman. Sehingga diharapkan produk tersebut bisa naik level dengan rutin mengikuti ajang pameran di luar negeri.

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Surabaya, Denny Yan menambahkan, Surabaya memiliki potensi yang cukup besar, dengan jumlah usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang lebih dari 60 ribu UMKM. Namun untuk terus berkembang, mereka butuh adanya akses pasar, permodalan, serta transfer pengetahuan.

"Dengan pameran bersama HKTDC ini tentu akan bisa menjadi opportunity yang bisa membangun fundamental antara Indonesia khususnya pelaku usaha di Surabaya dengan Hong Kong dan sebaliknya. Hipmi Surabaya akan membantu menjembatani untuk akses market, termasuk menemukan vendor produk baik untuk didatangkan ke Indonesia, maupun ekspor produk kita ke Hong Kong," ujarnya. kbc7

Bagikan artikel ini: