Dubes Kazakhstan Perkuat Kerjasama Bidang Perdagangan dan Investasi dengan Kadin Jatim

Senin, 18 Desember 2023 | 23:13 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia Serzhan Abdykarimov didampingi oleh First Secretary Kedutaan Besar Kazakhstan untuk Indonesia Bauyrzhan Zhaparov dan Counsellor Deputy Head af Mission Arnur Tanbay melakukan kunjungan ke Graha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur, Senin (18/12/2023).

Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto, Wakil Ketua Umum Bidang Jasa dan Perdagangan Luar Negeri Kadin Jatim, Prof. Tommy Kaihatu dan sejumlah jajaran pengurus serta pengusaha Jatim yang bergerak di berbagai bidang.

Dalam sambutannya, Serzhan Abdykarimov menyatakan ketertarikan Kazakhstan untuk memperkuat hubungan kemitraan bisnis dengan Jawa Timur, utamanya dengan pengusaha Jatim. Keinginan tersebut dengan melihat banyaknya potensi yang bisa dikerjasamakan. Terlebih ada beberapa kesamaan antara Indonesia dengan Kazakhstan

“Kazakhstan adalah negara terluas di dunia dengan populasi mayoritas Muslim. Indonesia, pada gilirannya, adalah negara Muslim terbesar berdasarkan jumlah penduduk,” ungkapnya.

Ia menegaskan, Kazakhstan merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tengah, sedangkan Indonesia merupakan negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara. Meskipun secara geografis letak negara Kazakhstan terpencil, tetapi Kazakhstan mempunyai potensi yang sangat baik untuk memajukan dan mewujudkan kerja sama perdagangan bilateral, ekonomi dan investasi.

“Tentu saja kami menganggap interaksi yang erat dengan Kadin Jawa Timur sebagai salah satu pemicu utama terjadinya dialog langsung antara dunia usaha dengan wilayah Kazakhstan,” ujar Serzhan Abdykarimov

Lebih lanjut ia mengungkapkan bahwa sejauh ini Kazakhstan telah menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Omset perdagangan antara Kazakhstan dan Indonesia telah mengalami peningkatan fenomenal sebesar 20 kali lipat dalam 20 tahun terakhir, melonjak dari US$19,25 juta pada tahun 2004 menjadi lebih dari US$600 juta pada akhir tahun 2022.

“Hanya dalam sembilan bulan pertama tahun 2023, perdagangan timbal balik kita telah mencapai US$240 juta. Kazakhstan telah berhasil menarik investasi asing langsung sebesar US$510,9 juta dari Indonesia sejak tahun 1992,” terangnya.

Dan rencananya, tahun depan Kadin Indonesia akan mengirimkan misi dagang ke Kazakhstan. “Kami berencana menandatangani MoU dan mendirikan Kazakh-Indonesian Business Council. Saya berharap Kadin Jatim dapat bergabung dalam delegasi tersebut,” tambah Serzhan Abdykarimov

Menurutnya, beberapa peluang bisnis yang bisa dikerjasamakan diantaranya adalah eksplorasi di bidang minyak dan gas, pertambangan, bahan kimia, furnitur, tekstil, farmasi, pengolahan kayu, pertanian, dan pariwisata.

Dalam bidang perdagangan dan transit, lanjutnya, posisi strategis Kazakhstan di persimpangan Eropa dan Asia menawarkan pintu gerbang yang berharga bagi eksportir Indonesia. Infrastruktur transportasi dan transit Kazakhstan yang sudah mapan merupakan aset yang dapat dimanfaatkan oleh dunia usaha di Indonesia, khususnya melalui pusat transit dan transportasi.

“Menurut saya, jalur ini bisa menjadi pertimbangan untuk mengangkut barang-barang Indonesia dari Jawa Timur lebih jauh ke negara-negara Asia Tengah dan Eropa, serta Negara Kaspia. Saat ini, negara kita menyumbang 70% lalu lintas perdagangan transit yang mengalir dari Tiongkok ke Eropa dan sebaliknya,” tandasnya.

Kazakhstan juga menawarkan banyak peluang dan berkomitmen kuat untuk mendorong investasi asing di sektor-sektor utama perekonomian. “Kami ingin mengundang dunia usaha Indonesia untuk berinvestasi di Kazakhstan dalam bidang pertanian, industri ringan, minyak dan gas, industri manufaktur dan lain-lain,” terang Serzhan Abdykarimov.

Menanggapi hal tersebut, Adik Dwi Putranto mengatakan sangat senang karena Kadin Jatim telah mendapatkan kepercayaan dari negara Kazakhstan untuk melakukan kerjasama di bidang investasi dan perdagangan.

“Seperti yang telah dijelaskan, mereka sangat tertarik di bidang pertanian, pertambangan, migas dan transportasi atau pelabuhan. Setelah ini beliau juga akan melakukan kunjungan ke pelabuhan untuk melihat proses ekspor impor. Tentunya ini akan kami tindak lanjuti. Karena sejauh ini investasi dari Kazakhstan di Jatim masih belum ada, kemungkinan di hilirisasi pertanian,” pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: