Kementerian BUMN Ingin Rampingkan Jadi 40 Perusahaan

Minggu, 31 Desember 2023 | 08:50 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus melakukan rasionalisasi perusahaan pelat merah. Apabila di tahun 2020, jumlah perusahaan BUMN mencapai 120 maka akan dirampingkan menjadi 40 perusahaan saja.

Wakil Menteri BUMN Kartiko Wiroatmodjo mengatakan, dari 40 perusahaan pelat merah ini akan dikendalikan dengan 12 klaster. "Saat ini ada 45 BUMN di mana target akhir nanti kita hanya kelola di bawah 40 BUMN dengan 12 klaster," ujar Tiko, begitu dia biasa disapa, baru-baru ini.

Tiko menargetkan jumlah perusahaan pelat merah bakal lebih ramping di 2024. Menurutnya, hal ini merupakan target akhir bentuk transformasi pengelolaan BUMN. Dikatakannya, penyehatan BUMN akan dilakukan secara bertahap. Targetnya perusahaan pelat merah yang bermasalah menjadi sangat sedikit atau pun tuntas.

Tiko mengatakan, jika BUMN tidak berbeda dengan perusahaan terbuka lain. Jika suatu perusahaan sudah tidak layak secara bisnis, maka akan masuk proses likuidasi melalui kurator. "Kami pastikan proses hukum baik termasuk penjualan aset dilakukan adil baik pemegang saham kreditur pegawai mendapatkan haknya masing masing," tutur Tiko.

Menteri BUMN Erick Thohir juga tengah meninjau aset-aset BUMN karya yang tidak memiliki hubungannya dengan perusahaan tersebut. Tinjauan dilakukan sebagai bagian dari upaya penyehatan BUMN karya.

Erick berencana untuk mengkonsolidasikan perusahaan-perusahaan BUMN karya yang ditargetkan pada 2023.Saat ini perusahaan-perusahaan BUMN karya tersebut direstruktusisasi total. Namun semua ini membutuhkan waktu untuk benar-benar memulihkan kesehatan BUMN karya yang sakit. kbc11

Bagikan artikel ini: