Hadapi Pemilu 2024, BPH Migas Siapkan Kuota Solar 19 Juta KL

Minggu, 31 Desember 2023 | 21:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengatakan, pemerintah telah menambah kuota bahan bakar minyak (BBM) menjadi 19 juta kilo liter (KL) pada 2024.Ini dilakukan sebagai upaya antisipasi berlangsungnya kegiatan Pemilu pada tahun depan.

"Tadi ditanyakan kuota terkait Pemilu, itu sudah diantisipasi karena pada 2024 kuota yang ditetapkan sudah jauh lebih banyak dibandingkan 2023. Di 2024, kuota JBT minyak solar sebanyak 19 juta KL, artinya 2 juta KL lebih banyak dari 2023," kata Kepala BPH Migas Erika Retnowati di Jakarta, Minggu (31/12/2023).

Kendati volume solar naik,Erika memastikan jumlahnya akan cukup, bahkan berlebih untuk menunjang aktivitas masyarakat di 2024. Sementara, hingga 28 Desember 2023, realisasi penyaluran Jenis Bahan Tertentu (JBT) minyak solar mencapai 17,64 juta KL atau 102,69% atau meleset dari total kuota sebesar 17 juta KL.

Dia juga menegaskan, BPH Migas akan terus meningkatkan pengawasan, serta memperbaiki aliran penyaluran BBM bersubsidi agar tidak terjadi lonjakan konsumsi yang lebih tinggi dari prediksi. Erika memperkirakan kenaikan konsumsi solar tahun ini diperkirakan tidak akan melebihi 5% dengan upaya pengendalian tersebut.

"Kita akan terus menerus meningkatkan pengawasan, juga memperbaiki tools seperti misalnya dengan barcode. Artinya, kita berupaya supaya pertumbuhan itu tidak terlalu tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya meskipun nanti ada Pemilu. Tentu ada kenaikan tetapi kita prediksi tidak terlalu melonjak dengan pengendalian di lapangan," ujar dia.

Selain solar, dalam catatan BPH Migas, realisasi penyaluran JBT minyak tanah sebesar 0,489 juta KL atau mencapai 97,89% dari kuota 0,500 juta KL. Sedangkan realisasi Jenis Bahan Bakar Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite sebesar 29,77 juta KL atau 91,43% dari kuota 32,56 juta KL.

Menurut Erika, berlalunya pandemi Covid-19 telah mendorong peningkatan kegiatan masyarakat yang pada akhirnya meningkatkan konsumsi JBT maupun JBKP. "Peningkatan konsumsi BBM tersebut menyebabkan realisasi JBT dan JBKP diperkirakan akan melebihi kuota yang ditetapkan pemerintah pada awal 2023," katanya.

Pada kesempatan itu juga diutarakan, pihaknya telah membangun 89 lembaga penyalu baru BBM satu harga di tahun 2023. Dengan begitu, sejak digulirkan pada 2017, BPH Migas telah membangun jaringan 512 lembaga penyalur BBM satu harga.

Pada tahun 2023 ini, BPH Migas tahun ini telah menetapkan toll fee jaringan gas untuk dua ruas di antaranya PT Persada Agung Energi dan PT Pertamina Gas untuk PT Petrokimia Gresik. Secara kumulatif BPH Migas telah menetapkan tol fee untuk 73 ruas sampai akhir tahun ini.

Selain itu, BPH Migas telah menetapkan harga gas bumi level rumah tangga dan pelanggan kecil sebanyak 6 kabupaten atau kota tahun ini. Secara kumulatif harga gas yang lebih rendah dari LPG ini telah dibangun di 69 kota atau kota dan 1 provinsi hingga akhir tahun ini.

"BPH Migas mendorong konsumsi gas dalam negeri dan memberi kepastian pada pelaku usaha untuk berinvestasi," pungkasnya. kbc11

Bagikan artikel ini: