Separuh Target Sudah di Tangan, BEI Kantongi 30 Rencana IPO di Pipeline

Selasa, 2 Januari 2024 | 18:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bursa Efek Indonesia (BEI) mengklaim sudah mengantongi 30 rencana penawaran umum perdana saham alias Initial Public Offering (IPO). Ini sudah mencapai separuh atau 50% dari target IPO BEI tahun 2024 ini.

Jika tidak ada kendala, 30 calon emiten itu akan menggelar IPO pada 2024. Ada satu perusahaan yang sedang melakukan offering, yaitu PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI).

Perusahaan infrastruktur itu telah memulai masa penawaran umum sejak 29 Desember 2023 dengan harga IPO Rp 100 per saham. Offering ASLI akan berakhir pada 3 Januari 2024.

Melansir laman e-IPO, ada tujuh perusahaan dalam status book building yakni PT Manggung Polahraya Tbk (MANG), PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) dan PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE).

Kemudian ada PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE), PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MJSA), PT Griptha Putra Persada Tbk (GRPH) dan PT Samcro Hyosung Adilestari Tbk (ARCO).

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna mengatakan, hingga akhir 2023, sudah ada 30 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham perdana di Bursa.

"Antrean IPO paling banyak berasal dari perusahaan dengan aset skala menengah. Ada dua dengan aset skala kecil atau asetnya di bawah Rp 50 miliar," jelas Nyoman baru-baru ini.

Kemudian 19 perusahaan skala menengah dengan aset antara Rp 50 miliar - Rp 250 miliar. Dari perusahaan dengan aset skala besar dengan aset di atas Rp 250 hanya ada 9 perusahaan.

Lima perusahaan sektor konsumer non primer paling banyak tercatat dalam pipeline. Menyusul sektor industri dan teknologi dengan masing-masing 4 perusahaan.

Meski telah menembus 900 emiten, BEI akan terus meningkatkan jumlah perusahaan tercatat. Ini sejalan dengan roadmap pasar modal yang diusung Otoritas Jasa Keuangan.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman menambahkan pihaknya terus berupaya untuk menjaring calon perusahaan tercatat. Ada beberapa cara yang secara konsisten dilakukan BEI.

Dia bilang, untuk meningkatkan kualitas calon perusahaan emiten, BEI telah melakukan penyesuaian penyesuaian Peraturan Nomor I-A pada tahun 2021 mengenai persyaratan keuangan dan kapitalisasi pasar.

"Penyesuaian aturan ini diharapkan dapat lebih mengakomodasi berbagai jenis perusahaan," kata Iman.

Untuk 2024, BEI mencanangkan akan ada 62 perusahaan baru yang tercatat. Target itu hanya selisih satu emiten baru dari 61 perusahaan di 2023.

Target itu tergolong konservatif karena di 2023 saja sudah ada 79 emiten baru. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia (UI) Budi Frensidy menilai memang secara kuantitas bisa terlampaui, tetapi secara kualitas kurang.

"Targetnya tidak konservatif juga, tetapi ternyata dapat terlampaui secara kuantitas. Namun secara kualitas, kurang menggembirakan," ucap dia. kbc10

Bagikan artikel ini: