RI Siap Perluas Pasar Ekspor ke Asia Tengah hingga Amerika Latin

Kamis, 4 Januari 2024 | 17:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana memperluas pasar non tradisional pada 2024. Lokasinya akan berada di Eropa Timur, Asia Tengah, Asia Selatan, Amerika Latin, dan Afrika. Pengembangan pasar tersebut selaras dengan penyelesaian perundingan perdagangan dan misi dagang.

Salah satu kawasan yang akan menjadi fokus pemerintah adalah Asia Tengah dan Amerika Latin. "Kami juga akan menyelesaikan perjanjian-perjanjian dagang, seperti dengan Mesir, Arab Saudi, dan India," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau akrab disapa Zulhas di Jakarta, Kamis (4/1/2023).

Negara lainnya adalah Pakistan, Bangladesh, Kazakhstan, Kirgistan, Armenia, Belarusia, Meksiko, Peru, Nigeria, dan Afrika Selatan. Dia juga berencana memaksimalkan perjanjian dagang dengan Uni Emirat Arab untuk memperluas pasar ekspor di Benua Afrika.

Di samping itu, Zulhas menargetkan menyelesaikan delapan perjanjian dagang sepanjang 2024. Salah satunya adalah Indonesia - European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau I-EU CEPA. Zulhas berharap perundingan ini dapat rampung pada tahun ini karena telah berjalan lebih delapan tahun.

Tujuh perjanjian dagang lain yang ditargetkan rampung tahun ini adalah dengan Bangladesh, Rusia, Belarusia, Kazakhstan, Armenia Peru, Tunisia, dan Kanada. Zulhas menyatakan perundingan Indonesia-Bangladesh Preferential Trade Agreement akan selesai dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Zulhas mencatat beberapa negara yang menjadi tujuan misi dagang pemerintah adalah Nigeria, Afrika Selatan, Rusia, Belarusia, Kazakhstan, Kirgistan, India, Bangladesh, Meksiko, dan Chili.

Diversifikasi ekspor ke negara-negara non-tradisional dibutuhkan untuk menanggulangi perlambatan ekonomi dunia yang berdampak pada pasar tradisional Indonesia.

"Kalau ekonomi melambat pasti daya beli turun, harga komoditas turun, semua variabel akan turun. Akan tetapi, kami telah mencari pasar-pasar baru," kata Zulhas.

Mayoritas dari 30 negara tujuan ekspor Indonesia mengalami penyusutan secara nilai pada Januari hingga Oktober 2023. Namun, masih ada enam negara yang mencatatkan pertumbuhan nilai ekspor, yakni Bulgaria, Arab Saudi, Meksiko, Spanyol, Uni Emirat Arab, dan Swiss. kbc11 

Bagikan artikel ini: