Mas Andi : Era Digital Sarana Konsolidasi Indonesia Menyongsong Indonesia Emas 2045

Senin, 8 Januari 2024 | 05:29 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Modalitas untuk menjadi negara adidaya di tahun 2045 dengan besarnya populasi generasi milenial dan Z, serta potensi kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital, rupanya dimiliki bangsa Indonesia.

Hal tersebut dikemukakan Jubir TKD Prabowo - Gibran Jawa Timur, H.M. Ali Afandi La Nyalla, Mahmud Mattalitti, dalam acara Deklarasi dan Talkshow DPW Pride Jawa Timur, di kantor TKD Prabowo - Gibran, Jl. Diponegoro, No. 9, Darmo Surabaya, Minggu (07/01/2023).

Dalam acara bertajuk, "Peran Digitalisasi Dalam Proses Perkembangan Bangsa Menuju Indonesia emas 2045", Politisi Partai Demokrat itu bersiap membangun sinergi dan penguatan strategi gerak relawan dalam memenangkan Prabowo Subianto & Gibran Rakabuming Raka dalam ajang kontestasi Pilpres 2024 nanti.

Selain itu, Caleg DPR RI dapil Surabaya - Sidoarjo yang akrab dipanggil Mas Andi ini juga menegaskan, bahwa peran anak muda sangat signifikan dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Kita ingin sharing terutama ke netizen digital native di Jatim melalui PRIDE kita menarasikan Indonesia di 2045 atau di masa depan. Dulu ada gerakan kepemudaan, gerakan 45, hingga gerakan reformasi yang diinisiasi anak muda. Tahun 2024 ini momentum di mana kita harus berkolaborasi mengajarkan netizen untuk bijak," katanya.

Selain itu, para milenial juga wajib berperilaku bijak dalam menggunakan media sosial, terlebih saat musim Pemilu, banyak hoax dan black campaign, yang sengaja di-posting oleh oknum tak bertanggung jawab guna menjatuhkan salah satu Paslon.

"Bijak untuk anak muda dalam arti menghindari hoaks dan mencari fakta. Karena sekali lagi, menghadapi fitnah buzzer, berita negatif kita perlu sosialisasi yang baik. Ini bukan zamannya black campaign," tambah Wakil Ketua DPD Demokrat Jatim ini.

Menurut Mas Andi, dalam 10-20 tahun mendatang, sebanyak 60% populasi Indonesia dikuasai oleh generasi Milenial dan generasi jika digabungkan. Jumlah sumber daya Manusia (SDM) sebanyak itu bisa dijadikan basis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

"Saat ini kita berada di era 4.0 atau era digital, era dunia tanpa batas yang memungkinkan konektivitas terjadi secara masif. Era digital menawarkan sebuah wahana konsolidasi politik yang segar bagi Milenial untuk menjadi kebangkitan nasional dalam menyongsong Indonesia Emas 2045," paparnya.

Meski begitu modalitas tersebut, tidak cukup hanya jumlah SDM yang besar. Indonesia kini juga memiliki digital dividend atau kemampuan untuk mengelola teknologi Informasi dan komunikasi di era digital.

"Indonesia merupakan potensi pasar ekonomi digital terbesar di regional Asia Tenggara, bahkan usaha usaha berbasis startup berskala Unicorn lahir dari Indonesia," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: