Perbankan Yakin Target KUR 2024 Sebesar Rp300 Triliun Bisa Tercapai

Rabu, 10 Januari 2024 | 13:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah melanjutkan program penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di 2024. Pemerintah pun telah menetapkan target penyaluran KUR di tahun ini mencapai Rp 300 triliun.

Target yang ditetapkan tersebut hanya sedikit lebih tinggi dari target tahun lalu yang sekitar Rp 297 triliun. Di mana, realisasinya hingga 30 November 2023 baru mencapai Rp 229,95 triliun.

Deputi Bidang Usaha Mikro KemenkopUKM Yulius merinci target plafon yang telah didistribusikan kepada penyalur di 2024 ini sebesar Rp 280,48 triliun. Sisanya sebesar Rp 19,51 triliun, akan digunakan sebagai plafon Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (KUA).

"Serta sebagai cadangan untuk penyalur KUR yang masih memiliki potensi penambahan plafon KUR pada semester II/2024," ujar Yulius beberapa waktu lalu.

Diakuinya, penyaluran KUR di tahun ini didorong untuk peningkatan kualitas KUR. Di mana, itu akan memprioritaskan debitur baru dan debitur yang mengalami graduasi.

Untuk memastikan penyaluran sesuai target dan tepat sasaran, Yulius menjelaskan bahwa komite kebijakan pembiayaan bagi UMKM telah membentuk forum pengawasan KUR yang akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

"KemenkopUKM juga melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan penyaluran KUR," ujarnya.

General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil Bank PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) Sunarna Eka Nugraha mengungkapkan bahwa di tahun ini pihaknya mendapatkan alokasi plafon dari pemerintah sebesar Rp 18 triliun, itu sama dengan target tahun lalu.

Hanya saja, perlu diingat bahwa tahun lalu, BNI sempat merevisi targetnya di pertengahan tahun 2023. Dari semula memiliki target Rp 36,5 triliun menjadi Rp 18 triliun.

Secara realisasi hingga akhir tahun, Sunarna bilang BNI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 17,8 triliun atau sekitar 99,1% dari target. KUR tersebut disalurkan kepada 111.000 debitur yang tersebar di seluruh Indonesia.

Di 2024, Sunarna mengungkapkan pihaknya telah mempersiapkan enabler untuk memastikan penyaluran KUR ataupun kredit UMKM BNI secara keseluruhan dapat dilakukan secara masif dan berkualitas.

"Fokusnya adalah menyerap seluruh alokasi dari pemerintah tersebut," ujar Sunarna.

Sementara itu, Direktur Utama Bank BJB Yuddy Renaldi mengungkapkan pihaknya telah memperoleh kuota KUR di tahun ini senilai Rp 2,6 triliun. Target tersebut naik Rp 400 miliar dari target tahun lalu.

Adapun, realisasi penyaluran KUR Bank BJB di tahun 2023 hanya mencapai Rp 2,1 triliun. Artinya, Bank BJB hanya menyalurkan 95% dari total kuota yang dimiliki.

Yuddy optimistis penyaluran KUR tahun ini akan lebih baik. Di mana, sektor perdagangan masih menjadi sektor utama dalam penerima KUR selain sektor pertanian.

"Seharusnya penyaluran lebih baik, sepanjang semua aturan penyaluran KUR bisa terpenuhi dan dilaksanakan oleh semua pihak yang berkepentingan," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: