Subsidi Energi di Tahun Politik Capai Rp186,9 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 16 Januari 2024 | 10:36 WIB ET
Menteri ESDM Arifin Tasrif
Menteri ESDM Arifin Tasrif

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan belanja subsidi energi di 2024 senilai Rp 186,9 triliun.

Alokasi belanja dari pemerintahan Jokowi ini merupakan tertinggi sepanjang sejarah. Rinciannya subsidi untuk BBM dan LPG 3 kg senilai Rp 113,3 triliun, naik dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 95,6 triliun. Sementara subsidi listrik senilai Rp 73,6 triliun, melesat dibandingkan tahun 2022 senilai Rp 64 triliun.

Subsidi energi Rp 186,9 triliun tahun ini lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun 2023 senilai Rp 159,6 triliun. Pemerintah dan Banggar DPR sebelumnya menyepakati anggaran subsidi energi senilai Rp 189,1 triliun.

"Kita mengantisipasi harga bahan baku minyak mentahnya, demand yang cukup meningkatkan listrik menjadi Rp 73,6 triliun," ujar Menteri ESDM Arifin Tasrif di Jakarta, Senin (15/1/2014).

Arifin memastikan, pemerintah akan menghemat subsidi energi karena bisa dimanfaatkan untuk sektor lain yang membutuhkan alokasi dana. Sebab itu, penyaluran BBM dan LPG diharapkan tepat pada tahun ini.

"Kita akan lakukan sehingga memang masyarakat yang berhak ini bisa mendapatkan subsidi yang disubsidi pemerintah. (Bantuan Pasang Baru Listrik) BPBL lebih bagus kita memberi BPBL daripada listrik salah sasaran. Ini yang harus kita lakukan konsistensi program," imbuh Arifin.

Arifin melanjutkan, masyarakat yang berhak bisa memanfaatkan energi yang disubsidi oleh pemerintah. Dalam laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), realisasi subsidi energi di 2023 tercatat senilai Rp 164,3 triliun.

Pada kesempatan itu, Arifin juga membeberkan, realisasi konversi motor berbahan bakar menjadi motor listrik masih di bawah 1.000 unit. Padahal, target konversi motor listrik pada 2023 sebanyak 50.000 unit.

Namun Arifin enggan merinci angka persis jumlah konversi motor listrik tersebut. Dia memastikan sosialisasi dan kerja sama dengan kementerian lain terus dilakukan agar jumlah konversi naik tahun ini.Arifin mengatakan pemerintah juga akan mengubah birokrasi administrasi. Bengkel-bengkel konversi motor listrik akan tersedia lebih banyak di seluruh Indonesia.

"2023 kita fokus 50 ribu unit konversi dan 2024 150 ribu, capaiannya memang belum sesuai yang kita harapkan. Kita perlu masif sosialisasi dan pendekatan-pendekatan. Di samping juga kita perbaiki mekanisme di ESDM maupun terkait dengan keterkaitan antara kementerian atau lembaga," tutur Arifin.

Pengembangan ekosistem kendaraan listrik terus dikebut. Hingga 2023, telah terbangun 842 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum dan 1.401 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum. Dukungan pemerintah dalam hal ini adalah memberikan bantuan berupa potongan biaya konversi sepeda motor senilai Rp 10 juta per unit.

"Kita perlu mentransformasi pola energi fosil menjadi energi (kendaraan) listrik. Kita perbaiki mekanisme-mekanisme yang ada," pungkas Arifin. kbc11

Bagikan artikel ini: