Ekspansi Mal, Pakuwon Jati Siapkan Capex Rp2,1 Triliun

Rabu, 17 Januari 2024 | 09:24 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emiten properti PT Pakuwon Jati Tbk. (PWON) berencana melakukan ekspansi pusat perbelanjaan alias mal di beberapa daerah. 

Director of Business Development PWON Ivy Wong menuturkan, tahun ini pihaknya akan ekspansi alias meluaskan Mall Kota Kasablanca seluas 50.000 meter persegi, membangun mal di Batam dan juga membuka Pakuwon Mall di Bekasi pada akhir November 2024 mendatang.

"Kinerja bangunan ritel seperti mal, mencatat perkembangan yang paling bagus setelah pandemi. Okupansi sudah jelas kembali seperti sebelum pandemi, occupancy rate-nya sudah di atas 90% dan di atas 95% untuk mall yang besar," papar Ivy seperti dikutip, Selasa (16/1/2024).

Tak hanya itu, rate harga sewa juga meningkat dalam batas normal, sekitar 3% hingga 4% per tahun. Sebagai informasi, Pakuwon Group mengelola Mall Gandaria City, Mall Kota Kasablanka, Blok M Plaza, di Surabaya terdapat Tunjungan City, Pakuwon Mall Surabaya, Royal Plaza, Pakuwon City Mall, Pakuwon City Mall tahap 3 dan East Coast Mansion tahap 2.

Ivy melanjutkan, untuk mempersiapkan proyek ini, termasuk menambah lahan, tahun ini PWON menyiapkan capital expenditure (capex) senilai Rp2,1 triliun. Sementara untuk target marketing sales, pihaknya masih menyesuaikan dengan tahun 2023. 

Sebagai informasi, pada kuartal III-2023 PWON melaporkan kenaikan pendapatan berulang (recurring income) sebesar 22,7% year on year (YoY) menjadi Rp 3,42 triliun hingga kuartal III 2023 dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp 2,79 triliun.

Hal itu didorong oleh kenaikan pendapatan sewa ritel sebesar 20,1%, serta pendapatan hotel dan apartemen servis 38,1%. Di sisi lain, prapenjualan Pakuwon turun 12,7% YoY menjadi Rp 1,02 triliun dari Rp 1,17 triliun. Adapun prapenjualan properti residensial yang terpangkas 32,2% menjadi katalis utama penurunan tersebut.

Asal tahu saja, pada tahun 2023 PWON sempat memangkas target marketing sales-nya dari Rp1,6 triliun menjadi Rp1,3 triliun. Pihaknya menuturkan dapat meraih target tersebut di akhir tahun 2023 dan menyesuaikan untuk target 2024.

"Kami masih memiliki inventory yang dapat dijual dan itu yang membuat marketing sales akan sama dengan tahun 2022 di angka Rp1,5 triliun. Jadi target marketing sales tahun ini, ada di kisaran Rp 1,3 triliun hingga Rp 1,5 triliun," urainya. kbc10

Bagikan artikel ini: